fbpx
Connect with us

Politik

Ditugaskan DPP Kawal Pembangunan Ibukota Baru, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Akhirnya Lengser

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Nama Ngadiyono seakan sudah sangat lekat menjadi komandan Partai Gerindra Gunungkidul. Politisi kawakan ini bahkan telah belasan tahun menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Gunungkidul. Selama ini, posisi pria asal Kecamatan Playen ini sudah mengakar untuk menjadi nahkoda utama Gerindra.

Beberapa waktu mendatang, konstelasi di internal Gerindra diperkirakan akan berubah. Sang Ketua sejak pertama kali Gerindra berdiri di Gunungkidul, dikabarkan akan lengser. Sejumlah nama pun mulai muncul untuk menjadi Ketua anyar DPC Gerindra Gunungkidul menggantikan Ngadiyono. Dikabarkan, Ngadiyono mendapatkan tugas dari jalur tertinggi di DPP Gerindra untuk memantau proyek pemindahan ibukota baru di Kabupaten Penajem Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dikonfirmasi pidjar.com, Ngadiyono membenarkan adanya rumor tersebut. Suksesi yang akan terjadi di DPC Gerindra ini bahkan dipastikan akan berlangsung dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya masih menunggu adanya Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepengurusan baru DPC Gerindra Gunungkidul dari DPP.

“Kemungkinan dalam pekan ini sudah turun SK tersebut,” kata Ngadiyono, Jumat (14/02/2020).

Dilanjutkannya, di Gerindra sendiri memang tidak ada mekanisme Musyawarah Cabang atau Daerah dalam penentuan pengurus di masing-masing DPC, DPD hingga DPP. Semua keputusan berasal dari pimpinan tertinggi Gerindra yaitu Prabowo Subianto.

Berita Lainnya  Kejutan, PDIP Tunjuk Demas Kursiswanto Jadi Ketua DPRD Gunungkidul Gantikan Suharno

“Tidak ada itu pemilihan, semua ditunjuk oleh pusat,” paparnya.

Lengsernya Ngadiyono setelah 12 tahun menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra sendiri dipaparkannya bukan lantaran ia keluar dari Gerindra. Justru hal ini dilakukan untuk melaksanakan tugas dari DPP Gerindra. Ia menyebut mendapatkan tugas khusus untuk menangani proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Tugas ini tentu saja akan membuat dia tidak fokus dalam memimpin Gerindra Gunungkidul. Sehingga atas berbagai pertimbangan, diputuskan kemudian bahwa Ngadiyono akan lengser dari jabatannya tersebut.

“Nanti kalau sudah selesai bertugas di Kalimantan saya akan kembali lagi ke Gerindra Gunungkidul. Masalah akan ada jabatan atau tidak, diberi porsi bagaimana, saya tunduk sepenuhnya terhadap perintah dari DPP. Termasuk jika kembali ditunjuk jadi Ketua DPC Gunungkidul,” urai Ngadiyono.

Diakuinya, rumor pergantian ketua ini memang sudah meluas dan menjadi pembicaraan di kalangan internal Gerindra sejak 3 bulan terakhir ini. Namun demikian, ia memastikan bahwa kepengurusan Gerindra Gunungkidul tetap solid dan tidak terpengaruh dengan rumor ini. Tidak ada manuver dukung mendukung atau mencalonkan diri dari seluruh kader serta pengurus. Semuanya memilih untuk menunggu keputusan dari pusat.

Berita Lainnya  Rakit Belasan Ribu Kotak Suara, KPU Kebingungan Cari Gudang Penyimpanan

“Kita tetap solid,” tukasnya.

Terkait dengan penggantinya, Ngadiyono menyatakan masih belum mengetahui secara pasti. Namun demikian, ia mengakui sejumlah nama yang menjadi pengurus teras di DPC Gerindra Gunungkidul memang menjadi kandidat utama pemegang jabatan Ketua selanjutnya tersebut. Termasuk diantaranya nama Purwanto ST, yang saat ini merupakan anggota DPRD DIY. Nama Purwanto disebut Ngadiyono memang cukup kuat untuk menggantikannya.

“Pak Purwanto ini adalah Wakil Ketua 1 DPC Gerindra Gunungkidul. Sudah selayaknya naik jadi Ketua DPC,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler