Connect with us

Pemerintahan

DPRD Siap Bahas 15 Raperda Tahun Depan, Dari Retribusi Kakus Hingga Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebanyak 15 rancangan peraturan daerah (Raperda) akan dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama dengan pemerintah pada tahun 2020 mendatang. Diantaran Raperda-raperda ini, ada 3 usulan inisiatif dari DPRD yang menjadi prioritas dalam pembahasan produk perda di tahun politik tersebut. Adapun saat ini dari eksekutif dan legislatif sendiri tengah menyelesaikan pembahasan 5 Raperda yang masih belum terselesaikan.

Kepala Bagian Risalah dan Perundang-Undang, Sekretariat DPRD Gunungkidul, Sutrisno mengungkapkan, saat ini dari Pemkab dan dewan sendiri tengah merampungkan pembahasan 5 Raperda yang yang digagas pada tahun 2019 ini. Adapun untuk target sendiri akhir bulan Desember, 100 persen Perda baru dapat terealisasi. Dengan demikian, nantinya pada tahun berikutnya dapat segera diterapkan.

Berita Lainnya  Permudah Pelayanan Masyarakat, Kemenag Bangun Pusat Layanan Haji Terpadu

“Tahun 2019 ini ada usulan 15 raperda baik dari bupati maupun dari DPRD. Sampai November ini baru 10 yang sudah menjadi produk hukum. Untuk sisanya sedang dalam tahapan pembahasan,” ucap Sutrisno, Rabu (20/11/2019).

Adapun Raperda yang tengah dibahas adalah perubahan Perda tentang Perlindungan Anak dan Perempuan Korban Kekerasan, Retribusi Penyedotan Kakus, Retribusi Pelayanan Pasar, Perubahan Pelayanan Sampah dan APBD 2020. Berkaitan dengan retribusi sendiri, nantinya akan dievaluasi dari kementrian yang membidangi.

Lanjut dia, untuk tahun 2020 ini dari Pemkab dan DPRD akan membuat 15 peraturan daerah anyar. Dari jumlah tersebut, 3 diantaranya yakni usulan atau inisiatif dari DPRD Gunungkidul. Secara dipaparkannya, keseluruhan dari Raperda yang akan dibahas tersebut memang menjadi prioritas. Ada beberapa yang mendesak lantaran disesuaikan dengan kondisi daerah dan perkembangan yang ada.

Tiga inisiatif dari DPRD sendiri berkaitan dengan Kabupaten Layak Anak, Kesetaraan Gender dan Bantuan Hukum bagi masyarakat miskin. Kemudian usulan dari Pemkab atau Bupati berkaitan dengan penanaman modal, pendidikan dan beberapa sektor lainnya.

Berita Lainnya  Manajemen Lemah, Masalah Utama Koperasi Gunungkidul Yang Jadi Ujung Tombak Melawan Praktek Rentenir

“Kalau untuk bantuan hukum sendiri disesuaikan dengan kondisi masyarkat. Mereka yang masuk dalam kategori miskin ternyata untuk hukum sendiri masih susah, sehingga dari kami berinisiatif memberikan bantuan hukum jika masyarakat miskin tersandung kasus hukum,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin beberapa waktu lalu mengatakan, peraturan daerah mengenai KLA dan kesetaraan gender sangatlah dibutuhkan. Mengingat perbedaan pandangan antara laki-laki dan perempuan masih tinggi. Belum lagi di Gununfkidul juga sering ditemukan adanya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Kita inisiasi untuk perlindungan anak dan perempuan lebih baik lagi,” tambahnya.

Pihaknya juga menginisiasi adanya bantuan hukum ini dimaksudkan agar masyarakat miskin mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang sama dalam menghadapi hukum. Perbantuan ini nantinya dapat dimanfaatkan jika yang bersangkutan mengajukan usulan untuk dibantu dalam menghadapi proses hukum yang berlangsung.

Berita Lainnya  Keluh-kesah Wali Murid SMK 45 Wonosari Tentang Bantuan PIP Yang Dipotong dan Tak Pernah Diterimakan Pada Siswa

“Aspirasi dari masyarakat lah yang diperjuangkan. Berkaca pada kondisi sekarang ini perlu adanya perubahan yang nyata,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler