fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dua Kali Tertangkap Curi Pakaian Dalam Wanita, Pria Tengah Baya Nyaris Dihakimi Warga

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–S (34) warga Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu nyaris menjadi bulan-bulanan massa. Akhir pekan silam, pria yang belum lama pulang merantau dari Bogor, Jawa Barat ini tertangkap basah saat melakukan pencurian pakaian dalam perempuan milik tetangga-tetangganya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pidjar.com, penangkapan S berawal dari keresahan warga Padukuhan Jati yang banyak kehilangan pakaian dalam wanita. Kecurigaan warga kemudian tertuju kepada S. Hal ini lantaran setahun yang lalu, ia juga didapati melakukan pencurian pakaian dalam miliki para tetangganya. Saat itu, S telah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Lantaran tak ada bukti, sejumlah warga lantas berusaha menjebak pelaku. Melalui sebuah grup pada platform whatsapp, mereka berkoordinasi dalam melakukan penjebakan ini. Salah satu warga perempuan yang bernama Ibah memancing S dengan menata sejumlah pakaian dalam bekasnya di jemuran belakang rumahnya.

Kala itu, rumah Ibah sepi lantaran semua keluarganya sedang ikut pengajian. Hanya, di dalam rumah ia duduk sendirian. Tak lama berselang, tepatnya pukul 20.30 WIB, datang seseorang yang mendekati jemuran tersebut.

Sesuai dengan perkiraan warga, pria itu lalu mengambil sejumlah pakaian dalam milik Ibah. Sementara, di lokasi tersebut sudah ada beberapa pemuda karangtaruna yang berjaga dan mengawasi. Sadar buruannya tengah beraksi, Ibah lantas berteriak-teriak meminta pertolongan. Warga lantas berhamburan menuju ke lokasi rumah Ibas. Namun saat itu, pelaku berhasil melarikan diri dan menghilang di kegelapan malam.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Semanu, AKP Ahmad Fauzi menuturkan, warga yang tak kurang akal kemudian datang ke rumah S. Pelaku kemudian digiring ke balai padukuhan setempat dan meminta keterangannya. Meski sempat berkelit, namun S kemudian mengakui perbuatannya.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya, barang curiannya ini dimasukan ke WC. Entah apa motifnya,” terang AKP Ahmad, Kamis (18/03/2021).

Suasana sendiri sempat memanas. Warga yang kesal sempat hampir menghakimi S. Tindakannya ini dinilai sudah sangat meresahkan para tetangganya, khususnya kaum perempuan. Beruntung kemudian hal ini bisa diredam oleh beberapa tokoh masyarakat setempat.

AKP Ahmad mengatakan, warga sendiri memilih untuk tidak melaporkan insiden ini kepada kepolisian. Warga bersama tokoh masyarakat setempat memilih untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

“Masalahnya sudah selesai secara kekeluargaan pada malam itu juga,” kata dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler