Uncategorized
Ekosistem Lebih Terjaga, Dinas : Masyarakat Semakin Sadar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kebijakan pelestarian lingkungan terus diedukasikan ke masyarakat. Salah satu yang paling disarankan adalah larangan aturan penembakan satwa di alam bebas. Di Gunungkidul sendiri, seiring dengan pengetuhan masyarakat yang semakin luas dan edukasi tentang Undang-Undang Perlindungan Satwa yang di berikan, kegiatan penembakan satwa berangsur berkurang dan jarang ditemukan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan aktifitas penembakan satwa liar sudah tidak terlalu banyak. Masyarakat mulai paham mengenai undang-undang yang berlaku. Meski di Gunungkidul belum ada perda tersendiri namun aktifitas semacam itu sudah sangat jarang ditemui.
“Sudah berkurang kegiatan semacam itu (penembakan) laporan dari kalurahan berdasarkan pemantauan atau laporan masyarakat juga minim,” kata Aris Suryanto.
Adapun untuk terus menekan aktifitas semacam itu sebenarnya Kalurahan memiliki wewenang dapat menerbitkan kebijakan pelarangan. Sudah ada beberapa wilayah yang melakukan konsultasi dengan DLH namun demikian, penerapannya di lapangan bagaimana belum terpantau.
“Meski liar tapi tetap harus dilindungi dari kegiatan yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Kalurahan juga didorong untuk aktif melakukan pemantauan,” papar dia.
Sebagai contohnya, waktu itu di Kalurahan Pampang, Kapanewon Paliyan banyak orang mencari burung dengan cara menembak. Kemudian DLH dan pemerintah kalurahan menginisiasi, lokasi tersebut dijadikan sebagai perlindungan satwa untuk mengurangi kegiatan semacam itu.
“Kita lepas liar kan beberapa burung langka dan satwa lain. Masyarakat diedukais oleh pemerintah kalurahan, hasilnya sekarang sudah jauh berkurang,”sambung dia.
Di sisi lain, masyarakat juga mulai aktif ikut dalam pengawasan. Dimana jika mereka mendapati adanya aktifitas penembakan langsung ditegur. Ia berharap kegiatan semacam ini kedepan sudah tidak ada lagi, sehingga kelestarian alam, lingkungan serta populasi hewan dapat terjaga.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pj Lurah Pampang, Subandi. Saat ini kegiatan penembakan satwa liar khususnya burung di wilayahnya sudah 0 atau tidak ada. Hal tersebut brdasarkan kesadaran masyarakat yang meningkat dan adanya pelepas liaran burung langka di Pampang, sehingga masyarakat ada ketakutan tersendiri.
“Populasi burung Pampang justru sangat banyak sekali sekarang ini,” Subandi.
Edukasi sendiri dulu memang diberikan. Seiring berjalannya waktu masyarakat sudah paham dengan sendirinya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized5 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
