Info Ringan
Enam Empon-Empon untuk Penunjang Kesehatan saat Puasa
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Empon-empon atau dalam taksonomi tumbuhan masuk ke dalam suku Zingiberaceae diperkirakan memiliki 50 genus dan lebih dari 1000 spesies. Dari 1000 spesies yang ada, baru belasan rimpang yang dimanfaatkan secara optimal sebagai tanaman obat, bumbu dapur, kosmestik, dan asesori upacara adat. Sementara sisanya masih belum tereksplor secara maksimal, padahal secara fitokimia, suku empon-emponan memiliki punya kesamaan yang bermanfaat sebagai obat herbal. Nah, empon-empon ternyata banyak manfaatnya lho. Apalagi mencegah vsakit. Apasaja kah?
Temu Lawak (Curcuma xanthorrizha)
Warna rimpang Temu Lawak adalah orange, namun agak tua dibanding kunyit. Temu Lawak merupakan tanaman endemik asli Indonesia. Jika orang mendengar Temu Lawak, maka yang terbayang adalah khasiatnya untuk menambah nafsu makan pada anak-anak. Keberadaan rimpang ini cukup melimpah di pasaran. Warga sudah terlanjur mempercayai akan khasiat yang didapat dari mengkonsumsi Temu Lawak. Manfaat yang dapat diperoleh dari temu lawak adalah menambah nafsu makan, mengobati gangguan pencernaan, mengatasi kram perut saat haid, mengatasi masuk angin, membantu pengobatan kanker, mengatasi masalah usus besar, memengaruhi metabolisme lemak, mengatasi radang sendi, mengeluarkan toksin tubuh, mengatasi demam, meningkatkan fungsi ginjal, meningkatkan stamina.
Kunyit (Curcuma longa)
Warna rimpangnya orange. Temu ini mungkin paling mudah ditemui dibandingkan empon-empon jenis lain. Hal ini disebabkan kunyit memiliki banyak khasiat sebagai obat dan bumbu dapur seperti memasak ikan untuk menghilangkan bau amis dll. Kunyit juga sering kali dipakai untuk asesori upacara adat pada masyarakat Jawa. Secara kesehatan kunyit telah diakui membawa banyak asas manfaat pada tubuh. Untuk itu beberapa literatur ilmiah menyarankan untuk dijadikan tanaman wajib untuk mengisi kebut tanaman obat keluarga. Khasiat yang dapat diperoleh di antaranya ramuan anti peradangan tubuh, mengobati asam lambung, mengurangi produksi gas pada pencernaan, meredakan sakit perut akibat irritable bowel syndrom, mengurangi mual, dan meredakan diare (Joseph, 2017).

Temu Putih (Curcuma zedoaria)
Sering kali temu putih dipertukarkan namanya dengan kunir putih. Atau dengan kata lain dua spesies ini dianggap sama. Padahal keduanya sangat berbeda. Temu putih dari marga Curcuma, sedangkan kunir putih dari marga Kaempferia. Rasa temu putih sangat pahit, sedangkan kunir putih tidak terlalu pahit. Temu putih dijual di pasaran karena dipercaya sebagai obat kanker. Namun sebenarnya tidak hanya itu, banyak manfaat yang diperoleh dari temu putih, di antaranya kandungan curcumol dan curdione berfungsi untuk antikanker, untuk mengurangi nyeri pada saat haid, dapat mengobati kanker seperti kanker serviks, mengobati kista, mengatasi diare, mengatasi masalah lambung, dan mengatasi sakit perut (Anonim, 2016).
Temu Ireng (Curucma aeruginosa)
Temu ireng atau temu hitam karena warna rimpang bagian dalamnya berwarna biru kehitam-kehitaman. Daunnya mirip temu putih dan temu lawak karena sama-sama mempunyai semburat ungu pada mid-rib (ibu tangkai daun). Temu ireng dipakai masyarakat sebagai obat jamu cekok (Limananti & Triratnawati, 2003). Selain itu juga terkenal untuk mengobati penyakit batuk. Manfaat lain misalnya menambah nafsu makan, mengatasi penyakit kulit, menyuburkan kandungan, mengatasi nyeri saat haid, pembersih darah paska melahirkan, meredakan batuk dan sesak nafas, menghilangkan racun dalam tubuh, mengobati cacingan, penambah darah, dan mengatasi gangguan wasir (Ana, 2015).
Temu kunci (Boesenbergia rotunda)
Temu kunci bentuknya memang seperti kunci. Kalau rimpang lain bentuknya kerucut, temu kunci memiliki bentuk silinder kecil-kecil layaknya kunci. Baunya harum, dipakai untuk pelengkap ibu-ibu di dapur dalam memasak sayur bayam. Sayur bayam yang ditambahkan kunci lebih beraroma harum dan terasa lebih hangat. Manfaat yang diperoleh dari temu kunci selain bumbu dapur adalah mengatasi gangguan pencernaan, mencegah gigi berlubang, mencegah maag, dan meningkatkan gairah seks (Setiaputri, 2018).
Temu mangga(Curcuma mangga)
Tanaman ini asli Malaysia. Disebut temu mangga karena aroma daging rimpangnya seperti mangga Kueni, harum dan tidak pahit. Orang Sunda memanfaatkan temu mangga sebagai lalapan. Kandungan Curcuminoid pada temu mangga yaitu sebesar 0.18-0.47% dideteksi menggunakan metode HPLC deteksi photodiode array (Bos et al., 2007). Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional di antaranya sebagai obat maag, mengatasi diare, penghilang nyeri saat haid dan keputihan, mengobati jerawat dan bisul, untuk mengecilkan rahim, dan penambah nafsu makan (CCRC, 2019).
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
