fbpx
Connect with us

Politik

Era Baru PAN, Kedepankan Pluralitas dan Nasionalisme

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Periode setahun terakhir ini bisa disebut menjadi masa yang cukup berat di tubuh Partai Amanat Nasional. Konflik internal yang terjadi di elit DPP PAN tentunya cukup berpengaruh pada kader di daerah. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meminimalisir potensi perpecahan terus dilakukan. Minggu (23/08/2020) kemarin, partai berlambang matahari ini genap berusia 22 tahun. Sebuah usia yang menggambarkan kebesaran PAN dalam mewarnai jagad politik di Indonesia.

Ke depan, partai yang digawangi oleh Zulkifli Hasan ini memiliki target besar. Untuk mencapainya, salah satu yang kini tengah digaungkan adalah pengedepanan pluralitas serta pengutamaan kegiatan nyata di masyarakat.

Rangkaian perayaan sendiri menandai genap 22 tahun usia PAN. Termasuk juga di Gunungkidul. Perayaan dilakukan sejak beberapa waktu terakhir dengan sejumlah kegiatan bakti sosial. Puncak acara sendiri dilangsungkan pada Minggu kemarin di kantor DPD PAN Gunungkidul dengan pemotongan tumpeng yang dihadiri oleh seluruh pengurus PAN Gunungkidul maupun anggota Fraksi PAN.

Ketua DPD PAN Gunungkidul, Anwarudin mengungkapkan, pada puncak acara, juga dilaksanakan rapat online bersama dengan jajaran pengurus teras di DPP PAN. Dalam amanatnya, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan memerintahkan kepada seluruh kader untuk bekerja nyata di masyarakat. Selain itu, para kader juga diminta untuk mengedepankan pluralitas baik dalam kerja maupun tindakan. Zulkifli Hasan, meski diidentikan sebagai partai berbasis agama mengingat hubungannya yang sangat kental akan basis Muhammadiyah. PAN sendiri sebenarnya merupakan partai nasionalis. Dalam hal ini, PAN merangkul semua kalangan dari berbagai suku, agama, ras maupun antar golongan.

“Bapak-bapak pendiri PAN ini dari berbagai kalangan. Ini telah diinstruksikan oleh bapak Ketua Umum dan akan segera kami laksanakan,” tandas Anwarudin, Minggu siang.

DPD PAN Gunungkidul sendiri saat ini telah menerapkan prinsip pluralitas. Hal ini bisa dibuktikan pada adanya sejumlah anggota yang beragama non muslim. Meski demikian, ia mengakui bahwa untuk kepengurusan di tingkat DPD, kalangan non muslim memang belum ada.

“Baru ada di tingkat bawah, untuk yang di DPD memang belum ada. Namun sebentar lagi kita akan menggelar Musda pada 2021 mendatang, tentunya ini akan menjadi salah satu prioritas kami,” imbuhnya.

PAN Gunungkidul sendiri saat disebut Anwarudin masih sangat solid. Adanya konflik yang terjadi di tataran elit, sama sekali tak berpengaruh terhadap kondisi di daerah.

Konflik yang terjadi sebenarnya bukan terjadi di tingkat bawah, namun terjadi di golongan para petinggi. Sehingga arus bawah sebenarnya tidak ikut campur. Di kalangan bawah sendirj tetap berkhidmat terhadap PAN, adanya konflik tidak menyurutkan para bawahan untuk ikut berkonflik. Namun dengan adanya kejadian ini justru diambil dampak positifnya.

“Saling menguatkan anggota PAN agar tidak ikut terbawa arus dalam perpecahan yang terjadi,” terangnya.

Justru adanya perbedaan pendapat atau friksi yang terjadi pada internal PAN membuktikan bahwa PAN adalah partai yang menjunjung tinggi demokrasi. Kondisi ini merupakan proses dalam berdemokrasi yang harus dijalani. Setiap proses tentunya memiliki dinamika yang juga harus dihadapi oleh semua partai politik. Dengan adanya konflik internal ini justru menjadi sebuah pembelajaran untuk tetap mengedepankan kebersamaan dan pluralisme.

“Bukan sebuah hal yang sehingga menimbulkan perpecahan besar. Sebenarnya kita juga masih komunikasi baik dengan pak Amien dan Hanafi Rais,” terang Anwarudin.

Adapun rangkaian acara pada ulang tahun PAN ke 22 ini, DPD PAN Gunungkidul menggelar sejumlah aksi bakti sosial. Diantaranya adalah dengan membagikan 50 tanki air bersih ke masyarakat. Kegiatan ini menurutnya diambil setelah dalan pantauan dari para kader, sudah banyak sumber mata air yang mengering. Banyak kalangan masyarakat yang tak lagi memiliki sumber air untuk mencukupi kebutuhan mereka. Selain itu, DPD PAN Gunungkidul juga membagikan santunan yang dibagikan kepada kaum dhuafa maupun anak yatim.

“Ada 30 orang yang kita berikan santunan,” tambahnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler