fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Evaluasi Pekan Pertama Pembelajaran Tatap Muka, Puluhan Siswa Tidak Masuk Karena Sakit

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sepekan sudah dua sekolah di Gunungkidul menjalankan pembelajaran tatap muka. Keduanya yakni SMKN 1 Wonosari dan SMAN 2 Playen.

Dari Balai Pendidikan dan Menengah Gunungkidul sendiri sejauh ini terus memantau pelaksanaan belajar mengajar di masa pandemi. Terutama pada kedisiplinan sekolah serta peserta didik dengan protokol kesehatan.

“Pekan ini kami memantau kegiatan pembelajaran tatap muka dua sekolah tersebut, dari sisi protokol kesehatan namun sejauh ini tidak ada catatan khusus,” ucap Plt Kepala Balai Dikmen, Suhirman, Minggu (25/04/2021).

Suhirman menambahkan, dua sekolah tersebut dipilih Disdikpora DIY sebagai sekolah percontohan kegaiatn tatap muka selama pandemi. Menurutnya, guru yang sudah divaksin membuat pertemuan tatap muka kian mantap.

“Jika nanti tidak ada kendala, sekolah lainnya juga berangsur akan diizinikan tentu dengan prokes ketat,” imbuh dia.

Sementata itu, Kepala SMKN 1 Wonosari, Muhammad Rokhis mengatakan, dalam sepekan ini tidak ada kendala yang cukup berarti di sekolahnya. Namun demikian untuk absensi sendiri masih belum normal seperti sebelum pandemi.

“Di hari pertama dan kedua rekor ya, sehari ada sekitar 31 siswa kelas 10 dan 11 yang tidak hadir karena sakit,” jelas Rokhis.

Kendati begitu, Rokhis mengaku tidak terlalu memperketat absensi. Menurutnya, pada model pembelajaran tatap muka ini masih mengedepankan protokol kesehatan di masa pandemi.

“Inikan uji coba, yang menjadi target kami adalah disiplin guru dan siswa dalam memenuhi prokes,” tandas Rokhis.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler