film
Film “Pelangi di Mars” Dorong Kembalinya Budaya Anak ke Bioskop
Jogja,(pidjar.com)-Kehadiran film fiksi ilmiah anak Pelangi di Mars tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi keluarga, tetapi juga dinilai ikut menghidupkan kembali budaya mengajak anak-anak menonton di bioskop. Dalam rangkaian roadshow yang digelar di Empire XXI Yogyakarta pada Sabtu (22/3/2026), para pemain dan kru menyapa langsung penonton, termasuk banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka.
Para cast dan crew film Pelangi di Mars menyapa warga Yogya dengan hangat. Hadir dalam rangkaian roadshow ini adalah Messi Gusti (Pemeran Pelangi), Bimoky (Pengisi Suara Batik), Vanya Rivani (Pengisi Suara & Body Actor Kimchi), Almanzo Konoralma (Body Actor Batik), dan dua kapten yang memimpin film ini, Dendi Reynando (Produser) dan Upie Guava (Sutradara).
Sutradara film, Upie Guava, menuturkan bahwa salah satu tujuan utama pembuatan film ini adalah mengembalikan bioskop sebagai ruang yang ramah anak. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak lebih banyak mengonsumsi tontonan melalui gawai, sehingga pengalaman menonton bersama di layar lebar mulai berkurang.
“Bioskop sudah lama tidak menjadi ruang ramah anak. Saya ingin anak-anak punya mimpi yang lebih luas dari sekadar layar ponsel mereka,” ujarnya bersama penonton Jogja.
Ia menilai kehadiran film ramah anak seperti ini penting untuk membangun kembali kebiasaan menonton bersama keluarga di bioskop, yang sebelumnya sempat menurun akibat pandemi dan maraknya platform streaming.
“Pengalaman menonton di layar lebar dinilai memiliki nilai sosial dan emosional yang berbeda, karena anak-anak dapat merasakan suasana kolektif, belajar menghargai karya, serta membangun kedekatan dengan orang tua,”tambah Upie.
Fenomena ini terlihat dari antusiasme keluarga yang hadir. Banyak orang tua membawa anak-anak mereka untuk merasakan pengalaman menonton film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan edukatif dan inspiratif.
” Film Pelangi di Mars mengusung tema sains dan eksplorasi luar angkasa, yang dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu serta imajinasi anak sejak dini,”paparnya.
Produser Dendi Reynando menyebutkan bahwa film ini dirancang sebagai intellectual property (IP) asli Indonesia yang bisa menjadi kebanggaan sekaligus alternatif tontonan berkualitas bagi anak-anak.
“Karakter robot seperti Batik, Sulil, dan Petya dihadirkan untuk memperkenalkan unsur budaya dan kreativitas lokal dalam kemasan futuristik,”ujar Dendi.
Selain menghibur, film ini juga memberikan penghormatan kepada Pratiwi Sudarmono, calon astronot perempuan pertama Indonesia, yang namanya diabadikan dalam cerita. Pengangkatan sosok tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk bercita-cita di bidang sains dan teknologi.
Aktris cilik Messi Gusti yang memerankan karakter Pelangi turut menyampaikan bahwa film ini ingin menunjukkan bahwa anak Indonesia juga bisa menjadi tokoh utama dalam cerita petualangan besar, bahkan hingga ke planet Mars.
Dengan hadirnya Pelangi di Mars dan film keluarga lainnya, bioskop diharapkan kembali menjadi ruang rekreasi sekaligus edukasi bagi anak-anak Indonesia. Bagi banyak keluarga di Yogyakarta, akhir pekan di bioskop kini bukan sekadar menonton film, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang memperkuat budaya menonton bersama di era digital.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
