fbpx
Connect with us

Sosial

Galaunya Warga Semugih dan Karangwuni, Sudah 2 Minggu Aliran PDAM Mati

Diterbitkan

pada tanggal

Rongkop,(pidjar.com)–Warga Desa Semugih dan Karangwuni, Kecamatan Rongkop diresahkan dengan layanan Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Handayani. Sudah beberapa waktu terakhir ini, aliran air dari PDAM Tirta Handayani macet. Hal ini tentu saja membuat masyarakat setempat kelimpungan lantaran saat masih kemarau seperti sekarang ini, sumber-sumber air di Rongkop telah mengering. Alhasil, sejumlah aktifitas masyarakat yang menggunakan air pun terpaksa tersendat, bahkan dalam penggunaannya pun sangat terbatas. Didapatkan informasi, macetnya layanan aliran air dari PDAM ini karena adanya kerusakan pompa jaringan.

Salah seorang warga setempat, Ali Suyatmo yang juga merupakan aktifis dari Lembaga Masyarakat Perduli Pelayanan Pemerintah untuk Publik, mengatakan, kondisi semacam ini sudah berlangsung selama 2 minggu terakhir. Dampak dari buruknya pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat cukup beragam. Tak sedikit warga dari dua desa ini harus membeli air dari pihak swasta. Menurut Ali, beberapa komunitas warga terpaksa membeli dengan cara patungan agar beban keuangan mereka lebih ringan. Menurutnya, awalnya, ada sekitar 500 sambungan rumah yang terdampak atas kondisi ini.

“Untuk penggunaan air harus benar-benar diirit-irit. Mandi pun hanya sekali, karena memang kita harus membeli dari swasta,” kata Ali Suyatmo, Kamis (28/11/2019) malam.

Kondisi ini dianggap sangatlah merugikan warga. Hujan pun juga belum kunjung turun sehingga air di daerah ini benar-benar sulit. Masyarakat pun mengibaratkan layaknya jatuh tertimpa tangga karena kondisi kemarau air, ternyata aliran air dari PDAM yang menjadi gantungan hidup mereka pun juga mati.

Berita Lainnya  Puluhan SD di Gunungkidul Masukkan Pelajaran Membatik ke Kurikulum

“Awalnya dulu gangguan pipa bocor, sudah diperbaiki oleh PDAM baru operasi satu hari eh ada kerusakan lagi, pompanya terbakar jadi air tidak mengalir lagi,” tambahnya.

Jika tidak segera ditindaklanjuti dengan perbaikan, tentu aktifitas masyarakat yang membutuhkan air sangatlah terbengkalai. Komunikasi sendiri telah dilakukan oleh masyarakat dengan pihak PDAM. Mengingat masalah air sangatlah penting digunakan untuk beragam kebutuhan.

“Kamis (29/11/2019) siang kemarin, PDAM ada yang datang yakni 2 direktur datang ke rumah, aktu itu mereka janji perbaikan segera dilakukan. Saya dijanjikan malam harinya air sudah bisa mengalir,” imbuh dia.

Namun ternyata ditunggu hingga malam hari, janji dari pihak PDAM Tirta Handayani pun juga belum terealisasi. Pasalnya, air juga belum mengalir dan masyarakat pun merasa mendapatkan janji palsu. Menurut Ali, meski diselimuti rasa jengkel, akan tetapi masyarakat pun tidak bisa berbuat banyak. Masyarakat saat ini kembali mendapatkan janji dari PDAM yang menyatakan suplai air akan dapat berjalan lancar pada Jumat sore.

Berita Lainnya  Tunggu Kebijakan KPU RI Terkait e-Rekap, TPS Pilkada Akan Dilengkapi Internet

“Tadi saya konfirmasi, katanya sore bisa ngalir karena perbaikan baru dilakukan. Kalau harapan masyarakat itu ada suplai air tangki dulu dari pdam selama air ndak ngalir, wong kalau bayar telat saja dikenai denda kok,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibrianto saa dikonfirmasi mengatakan, aliran air di Rongkop mati karena ada kerusakan pompa di Desa Gombang. Karusakan terjadi sejak sejak tanggal 25 November lalu.

Menurut Isnawan, dari pihak PDAM saat ini telah melakukan proses perbaikan. Diharapkan, pada hari Jumat ini perbaikan sudah rampung pengerjaannya sehingga dapat segera mengaliri pasokan air di wilayah Desa Semugih, Karangwuni dan sekitarnya.

“Kami sudah mulai lakukan perbaikan. Tentunya membutuhkan proses dalam perbaikan ini,”ucap Isnawan.

“Jadi yang rusak insatalasi di Gombang. Beberapa waktu lalu sudah ditindaklanjuti dengan penggantian pompa kemudian sudah bisa operasi tapi kemudian ada kebocoran, sehingga harus diperbaiki ulang,” terangnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler