fbpx
Connect with us

Sosial

Geliat Ekonomi Pasar Besole di Tengah Kerusakan Fasilitas Jalan Yang Melanda, Pengelola dan Warga Pilih Saweran

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pasar Besole saat ini memang mulai berkembang. Sejumlah pedagang mulai membanjiri kawasan pasar yang terletak di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari. Namun di balik kebangkitan pasar ini, terdapat sejumlah catatan terkait infrastruktur yang ada. Yang paling kontras terlihat adalah kondisi jalan di dalam kawasan pasar. Jauh dari kata layak mungkin menjadi salah satu gambaran yang paling pas dalam menjelaskan kondisi jalan di pasar ini.

Hampir di seluruh bagian, jalan di pasar ini sudah mengelupas baik yang berupa aspal maupun corblok. Tentunya hal ini membuat para pedagang maupun pengunjung menjadi kurang nyaman.

Kondisi jalan kawasan pasar Besole yang mengalami kerusakan ini mendorong pengelola dan warga sekitar untuk melakukan perbaikan fasilitas. Sabtu (02/02/2019) pagi tadi, sejumlah warga serta pengelola menggelar aksi kerja bakti membangun jalan. Jalan ini dibangun dengan dana swadaya dari masyarakat serta pengelola.

Pengelola kawasan Besole, Sumariyo, mengatakan keputusan untuk melakukan pembangunan jalan secara mandiri ini menjadi puncak dari kekecewaan pengelola serta para pedagang terhadap buruknya akses jalan di pasar ini. Seperti diketahui, Pasar Besole sendiri merupakan milik dari Pemdes Baleharjo.

Ia mendengar banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait keadaan jalan pasar. Dengan terkelupasnya aspal maupun corblok, jalan Pasar Besole memang bisa dibilang hanyalah tumpukan batu dan tanah.

“Saat musim kemarau tiba, debu beterbangan sementara saat musim hujan becek dan banyak genangan air,” kata Sumariyo, Sabtu siang.

Perbaikan fasilitas ini menurutnya memang cukup mendesak dilakukan. Jangan sampai nantinya kawasan bisnis yang mulai bangkit ini tidak bisa berkembang lebih jauh lantaran terbatasnya infrastruktur khususnya jalan yang memadai. Dengan fasilitas yang layak, ia yakin bahwa nantinya Pasar Besole akan semakin ramai sehingga roda perekonomian masyarakat pun akan terangkat.

“Sekarang sudah mulai ramai. Ada banyak jenis pedagang yang membuka lapak di sini. Terakhir kemarin Pasar Polowijo pindah ke sini,” tuturnya.

Pembangunan secara mandiri ini, rencananya akan dikebut. Paling tidak selama 2 atau 3 hari ke depan, jalan cor blok sepanjang puluhan meter ini akan selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Adapun dana yang digunakan untuk pembangunan ini adalah sebesar 13 juta dari swadaya parkir, serta swadaya yang didapat dari penyisihan pendapatan. Namun meski hanya menggunakan dana terbatas ini, paling tidak perbaikan jalan cor blok ini menurut Sumariyo bisa menyasar jalan sepanjang 40 sampai 50 meter.

“Ke depan kita berharap nantinya ada donatur yang berkenan memberikan bantuan. Atau bisa juga pemerintah desa memberikan bantuan juga mengingat kita ini ada kontribusi pada pemerintah desa sebesar puluhan juta sehingga cukup layak untuk diperhatikan agar pasar semakin maju dan pendapatan desa juga pastinya akan semakin besar,” urainya.

Ke depan, ia bertekad akan terus melakukan pengembangan dan perbaikan di pasar yang dikelolanya tersebut. Dengan semakin menggeliatnya perputaran uang di sini, roda ekonomi dapat lebih terasa dan berdampak kepada masyarakat sekitar pula.

Ia juga menambahkan, di dalam Pasar Besole sebenarnya ada juga kendala lainnya yaitu adanya aset milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang sudah tidak difungsikan. Di dalam kompleks pasar memang dulunya dibangun tempat pendaratan ikan milik Dinas Perikanan dan Kelautan. Lantaran sudah lama tak difungsikan, bangunan ini mangkrak. Jika nantinya bangunan ini dibongkar, akan dapat melancarkan akses para pengunjung sekitar di kawasan Pasar Besole.

“Surat permohonan sudah kita ajukan, namun kita masih menunggu respon dari pemerintah karena itu merupakan aset milik kabupaten,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler