Pemerintahan
Warga Miskin Jarang Miliki Rekening, BLT Diusulkan Diberikan Secara Tunai
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) rencananya akan segera dicairkan pada awal Mei 2020 ini. Skemanya, dana bantuan akan ditransfer kepada rekening warga masyarakat yang memenuhi syarat dan terdata untuk mendapatkan bantuan ini. Namun langkah ini dianggap tidak sederhana dan justru akan memakan banyak waktu. Perlu sebuah terobosan agar nantinya bantuan JPS bisa dicairkan secepat mungkin.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengusulkan agar Jaring Pengaman Sosial (JPS) diberikan dalam bentuk tunai. Menurut Heri, ada banyak warga dari kalangan menengah ke bawah yang tidak memiliki rekening bank. Sehingga jika nantinya harus terlebih dahulu membuat rekening, maka akan memakan proses lagi.
“Kami usulkan pemberian (bantuan JPS) dalam bentuk tunai saja agar prosesnya cepat dan sesuai dengan protap social distancing. Warga tidak perlu ribet ambil ke bank,” kata Heri Nugroho, Senin (04/05/2020).
Heri mengatakan pemberian JPS rencananya akan mulai dilakukan pada bulan Mei ini. Adapun distribusi JPS dilakukan melalui bank yang ditunjuk.
“Jadi pengambilannya nanti lewat ATM. Warga perlu membuka rekening dan memiliki buku tabungan dari bank tersebut, ini tentu saja memakan waktu,” jelas Heri.

Pemberian JPS sendiri sedianya dilakukan mulai April 2020 lalu, namun kemudian dalam perkembangannya, akhirnya baru akan terealisasi pada bulan Mei ini. Melesetnya jadwal pemberian JPS tersebut terjadi lantaran masih menunggu proses verifikasi data.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul Siwi Iriyanti menambahkan, proses verifikasi data ini sangat penting dilakukan agar tidak terjadi duplikasi pemberian bantuan pada masyarakat. Hal ini lantaran bansos tak hanya bersumber dari Pemkab, namun juga bersumber dari provinsi dan dana desa.
“Dengan proses verifikasi data ini harapannya bantuan bisa diberikan secara merata pada warga yang benar-benar membutuhkan. Sasarannya terutama keluarga yang terdampak secara ekonomi,” papar Siwi.
Dinsos sendiri telah menyiapkan skema pemberian JPS dalam bentuk logistik makanan senilai Rp 300 ribu. Pemberiannya dilakukan sebanyak 2 kali dalam 2 bulan, sehingga total bantuan yang diberikan sebesar Rp 600 ribu per keluarga.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
