fbpx
Connect with us

Sosial

Gelombang Tinggi Akan Terjadi di Pantai Selatan, Petugas SAR Siaga Sejak Subuh

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Libur lebaran nampaknya tak bisa dirayakan oleh para petugas SAR Satlinmas dengan selayaknya. Mereka terhalang tugas yang harus diemban daripada merayakan hari raya ini bersama keluarga. Sejak musim libur lebaran lalu, para petugas SAR bahkan harus lebih keras bekerja mengingat masa-masa tersebut menjadi puncak ramainya wisatawan di kawasan Pantai Selatan Gunungkidul.

Seperti yang dilakukan oleh petugas SAR Satlimas Wilayah II yang harus berjaga sejak subuh untuk mengamankan ribuan wisatawan yang masih terus mendatangi kawasan pantai selatan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan laut atau hal yang tak diinginkan lainnya. Pasalnya, dalam sepekan ke depan, diperkirakan akan terjadi kenaikan gelombang air laut hingga mencapai 5 meter.

Koordinator SAR Satlinmas Istimewa Korwil II, Marjono memaparkan, wisatawan yang berkunjung di kawasan pantai selatan Gunungkidul hingga kini masih tergolong ramai. Bahkan, menurutnya banyak wisatawan yang menginap atau datang sejak dini hari demi menikmati keindahan Pantai Gunungkidul.

“Wisatawan jam 3 sudah ada yang beraktifitas di pantai,” kata Marjono, Selasa (11/06/2019).

Ia mengatakan, melihat fenomena ini, pihaknya pun harus bersiap diri lebih awal dibanding dengan hari-hari biasa. Sejumlah 57 personil terus disiagakan untuk menjaga para wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan.

“Sejak pukul 04.00 WIB 57 orang personil kita siaga. Karena wisatawan saat ini jumlahnya juga banyak seperti libur akhir pekan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan anggota SAR sendiri juga dikarenakan adanya perkiraan kenaikan gelombang air laut dalam sepekan ke depan. Menurutnya, kenaikan gelombang air laut akan terjadi mulai Rabu (12/06/2019) esok.

“Dalam sepekan ke depan gelombang air laut akan mencapai 2,5 meter hingga 5 meter. Kamis (13/06/2019) nanti bahkan diperkirakan mencapai 17 feet atau 5 meter,” imbuhnya.

Namun begitu, jika melihat kondisi bulan saat ini air pasang masih akan terjadi di tengah laut. Sehingga tidak begitu berdampak di kawasan tepi pantai dan cukup aman untuk bermain para wisatawan.

“Bulan masih sigar semangka, jangkauannya tidak begitu jauh. Dua hari ini kita sampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada meski saat ini masih aman,” terang Marjono.

Selaim himbauan, pihaknya juga memasang beberapa rambu-rambu peringatan di sejumlah sudut pantai. Hal itu dilakukan agar para wisatawan tidak mendekati zona berbahaya yang telah dipetakan itu.

“Kita pasang rambu-rambu untuk antisipasi terjadinya hal tak diinginkan,” ungkap dia.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler