fbpx
Connect with us

Peristiwa

Gelombang Tinggi Diperkirakan Terjang Pantai Selatan saat Libur Panjang, SAR Himbau Wisatawan Tak Dirikan Tenda di Bibir Pantai

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi di Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul akhir Oktober ini. Ketinggian gelombang kali ini sedikit membuat jajaran Dinas Pariwisata dan juga Tim SAR cukup mewaspadainya karena bertepatan libur cuti bersama dari 28 Oktober hingga 1 November mendatang.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan ketinggian gelombang akan dimulai pada 29 Oktobee dengan peekiraan ketinggian 3 meter. Sementara puncak dari pasangnya gelombang akan terjadi pada 30 Oktober mendatang dengan ketinggian 18 feet atau empat meter.

“Kami juga sudah infokan informasi ini kepada nelayan untuk meminggirkan kapal. Tapi kalau tadi malam mereka masih melaut,” jelas Marjono, Selasa (27/10/2020).

Marjono menambahkan, karena pasangnya gelombang bertepatan dengan cuti bersama, pihaknya menerjunkan 64 anggota SAR wilayah II. Para petugas SAR nanti akan keliling untuk mengingatkan wisatawan dengan pengeras suara agar tidak mandi atau bermain ke bibir pantai.

Berita Lainnya  Kecelakaan Maut Terekam CCTV, Korban Baru Ditemukan 8 Jam Setelah Kecelakaan

“Hal ini akan intens kami lakukan dengan cara keliling karena sampai sekarang kami belum bisa memastikan waktu puncak gelombang pasang,” papar Marjono.

Kendati demikian, Marjono mengaku selalu menggunakan pedoman Kalender Jawa untuk melihat potensi gelombang tinggi. Menurutnya, sesuai perhitungan, puncak kenaikan gelombang posisi surut juga pada tanggal 15 Kalender Jawa.

“Mudah-mudahan jangakauan gelombang tidak terlalu jauh, kalaupun besar hanya di tengah tidak sampai ke permukaan,” ujar Marjono.

Senada dengan Marjono, Koordinator SAR Linmas Wilayah I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara juga akan menurunkan 35 personilnya untuk mengingatkan wisatawan untuk tidak bermain di tepi pantai. Selain itu juga pihaknya akan mengimbau melalui pengeras suara.

“Karena bertepatan dengan hari libur cuti bersama kami akan lebih giat melakukan imbauan kepada wisatawan karena ini satu-satunya cara antisipasi kami,” jelasnya.

Selain itu, pada siang ini, Handoko berencana akan membantu nelayan menaikan perahu yang ada di Pantai Siung dan Nampu. Pihaknya juga akan melarang pengunjung mendirikan tenda untuk camping di seputar pantai.

Berita Lainnya  Bawaslu dan Satpol PP Sisir Ribuan APK Yang Disinyalir Dipasang Melanggar Aturan

“Kami akan bekerja sama dengan Pokdarwis setempat supaya memberikan himbauan bilamana melihat orang dari luar wilayah yg akan melakukan giat memancing di tempat yang terdampak gelombang tinggi,” tukas Handoko.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pokdarwis maupun personil SAR agar wisatawan tetap aman berwisata kendati di saat waktu tingginya gelombang. Ia meminta petugas selalu mengingatkan wisatawan agar tidak mendekat ke lokasi berbahaya.

“Kami minta wisatawan juga selalu berhati-hati saat berwisata ke pantai,” kata Harry.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler