Pemerintahan
Sikapi Gempa Bumi, Pemerintah Gencarkan Mitigasi Bencana
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gempa bumi nampaknya masih menjadi momok menakutkan bagi warga Indonesia. Hal itu lantaran negara ini seringkali diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan kecil maupun besar. Tak terkecuali di Gunungkidul, warga masyarakat juga sering kali merasakan guncangan gempa bumi meski titik atau sumber gempa tidak berada di sekitar wilayah Gunungkidul. Pengetahuan dan beberapa hal yang berkaitan dengan mitigasi bencana pun terus dilakukan oleh pemeritah.
Baru-baru ini, pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan berupa alat pencatat gempa dari negara Jepang. Tak haya di Bumi Handayani saja, melainkan beberapa kabupaten di DIY juga mendapatkan bantuan alat canggih tersebut. Saat ini, perangkat itu telah dipasang di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.
Dengan terpasangnya pendeteksi dan perekam getaran atau gempa itu, diharapkan dapat memberikan informasi kepada petugas mengenai titik pusat dan kekuatan gempa yang terjadi. Kemudian data rekaman tersebut dapat disebarluaskan sebagai informasi kepada masyarakat agar tidak panik.
“Sudah kami pasang, alat pendeteksi ini terdiri dari 2 komponen satu dipasang di halaman kantor kemudian satu lagi di ruangan sebagai layar monitor jika sekiranya ada guncangan yang terekam dapat terlihat,” ucap Edy Basuki, Minggu (19/05/2019).
Diharapkan pula dengan adanya alat pendeteksi gempa yang diperbantukan oleh Jepang itu dapat meningkatkan edukasi terhadap masyarakat. Sejauh ini, pemerintah sangatlah terbantu dengan keberadaan peralatan canggih tersebut. Di sisi lain, BPBD Gunungkidul juga terus berusaha memberikan pengetahuan dan mitigasi bencana terhadap masyarakat.

“Perangkat ini terhubung dengan peralatan milik BMKG Sleman, jadi pengolah data tetap instansi terkait,” ujar dia.
Terlebih lagi, potensi terjadinya tanah longsor, gempa bumi, tsunami hingga banjir saat ini juga menjadi momok bagi masyarakat Gunungkidul. Meski selama ini jika terjadi bencana nihil korban jiwa, namun untuk kerugian material pun sangatlah banyak, sehingga langkah pemberian pemahaman dan pembentukan desa-desa tangguh bencana sangatlah dibutuhkan.
“Adanya alat ini sangat terbantu pastinya. Sudah berfungsi kok, kemarin ada teknisi dari Jepang yang melakukan pengecekan,” imbuhnya.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
