Budaya
GKR Hemas Harapkan Paguyuban Kawulo Mataram Tak Terjebak Politik Praktis
Yogyakarta,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Paguyuban Kawulo Mataram (PKM) DIY merupakan salah satu paguyuban yang bergerak di bidang kebudayaan. Dimana kegiatan yang dilakukan selalu berkaitan dengan budaya, adat dan tradisi di DIY dengan harapan semua masyarakat bisa mengenal dan melestarikan budaya leluhurnya. Paguyuban ini pun diwanti-wanti agar tidak terjebak dalam politik praktis di tahun politik mendatang, sehingga fokus dalam kegiatan pelestarian budaya dan kegiatan sosial.
“Saya berpesan agar paguyuban ini tidak terjebak dalam politik praktis terutama di tahun politik yang alan mendatang. Saya harap PKM dapatengedepankan penciptaan kondisi sosial masyarakat yang aman dan damai dalam pesta demokrasi kedepannya,” kata GKR Hemas, saat pertemuan bersama dengan PKM, Jumat (31/03/2023).
Menjelang pesta demokrasi tentunya banyak sekali kegiatan dan hal-hal yang berkaitan dengan politik dan menimbulkan sejumlah dampak. PKM diharapkan bisa netral tanpa keberpihakan dan turut terjebak dalam prakitk politik praktis. Kegiatan pelestarian budaya, adat dan sosial diharapkan tetap menjadi yang utama sehingga berdampak langsung terhadap masyarakat tanpa adanya kepentingan yang menumpangi.
GKR Hemas mengapresiasi langkah paguyuban ini untuk terlibat dalam kegiatan budaya dan sosial, termasuk perawatan situs-situs bersejarah terkait dengan dinasti Mataram. Menurutnya edukasi dan sosialisasi tentang keistimewaan DIY tak hanya dilakukan oleh pemerintah, paguyuban juga memiliki peranan penting. Sehingga potensi yang ada di daerah yang sekiranya berkaitan dengan budaya dan lainnya dapat tergarap dengan baik.
“Tentu saya mengapresiasi langkah dari paguyuban ini. Semoga ada sinergitas dengan pihak keraton manakala ada kegiatan pihak keraton dapat turut berpartisipasi dan melakukan pemeriksaan serta perawatan di situs ataupun lainnya,” jelasnya.

Saat ini, ketua umum PKM DIY adalah Heru Sutrisno. Di bawah kepemimpinannya ada sejumlah program kegiatan yang telah dilakukan mulai dari kegiatan tanggap bencana, penyediaan air bersih, sunatan
masal, bedah rumah, renovasi situs penting, dan acara budaya rutin pada malam 1 Suro.
Heru menyatakan untuk kedepannya, PKM tengah merancang penyelenggaraan festival budaya dan rangkaian sarasehan budaya Mataram. Selain itu kegiatan budaya lainnya juga tengah disusun.
“Pertemuan kami dengan GKR Hemas yang pertama adalah pengenalan pengurus baru, kemudian harapannya kerjasama dan kolaborasi dengan Lembaga Keraton Yogyakarta Hadiningrat dapat terus ditingkatkan untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan dan sejarah Mataram kepada generasi muda dan masyarakat umum,” ucap Heru.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
