fbpx
Connect with us

Sosial

Gunung Sewu Expedition 2018, Ajang Trabas Wisata Sambil Rebutan Motor Trail Anyar

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akan menggelar event trabas bertajuk Trail Trabas Gunung Sewu Expedition 2018. Dalam event yang digelar pada tanggal 26 Agustus 2018 mendatang ini, panitia menyediakan hadiah berupa satu buah sepeda motor trail, serta 2 minitrail dan puluhan doorprize menarik lainnya.

Kasi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto memaparkan, event ini merupakan salah satu rangkaian dari gelaran semarak merah putih untuk memperingati HUT RI yang ke-73. Rencananya dalam event ini, para peserta akan diajak menyusuri jalur trabas dari Kecamatan Playen hingga Kecamatan Panggang.

Peserta akan mengambil start di Obyek Wisata Sri Gethuk, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Peserta kemudian akan diajak menyusuri track yang disediakan menuju obyek wisata Watu Payung di Kecamatan Girisuko, Kecamatan Panggang. Selain trail wisata, dalam event ini juga akan diperlombakan keahlian peserta dalam melibas Tanjakan Mareta yang memang cukup legendaris di kalangan trabas mania.

“Kita menargetkan bisa menarik 1000 orang peserta dari DIY maupun luar DIY. Sejauh ini antusiasmenya memang sangat tinggi. Sejumlah komunitas dari DIY, Solo, bahkan hingga Purworeja serta Boyolali sudah menyatakan akan ikut hadir,” terang pria yang akrab disapa Damto ini, Jumat (24/08/2018) pagi.

Berita Lainnya  Laka Maut di Gading, Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban dan Kronologi

Keseruan serta banjir hadiah dipastikan akan mengisi acara ini. Untuk gelaran ini, panitia menyediakan hadiah hingga mencapai puluhan juta rupiah kepada para peserta. Selain itu, pihaknya juga mengundang grup rap dangdut beken asal Bantul yang telah menasional yaitu NDX AKA.

“Pendaftaran hanya Rp120.000 di mana peserta sudah mendapatkan fasilitas berupa jersey, konsumsi, hiburan serta kesempatan untuk mendapatkan hadiah-hadiah yang disediakan,” imbuh dia.

Digelarnya event Trail Trabas Gunung Sewu Expedition 2018 ini selain untuk menyemarakan peringatan HUT RI juga menjadi momentum promosi pariwisata di Gunungkidul. Kawasan Gunungkidul yang secara geografis memiliki karakteristik berbatu penuh dengan perbukitan dan pegunungan memang sangat cocok untuk menjadi destinasi wisata minat khusus seperti trabas serta MTB. Sektor ini memang tengah dikembangkan oleh Dinas Pariwisata untuk bisa nantinya menjadi kekuatan baru pariwisata Gunungkidul. Menurut Damto, pihaknya memang telah beberapa kali menggelar acara penunjang pemasaran pariwisata minat khusus seperti ajang Mountain Bike di Nglanggeran, Kecamatan Patuk; Panjat Tebing di Pantai Siung; serta ajang Turnamen Rock Fishing di sepanjang Pantai Selatan.

Berita Lainnya  Berkat Teknologi, Warga Giriharjo Kini Tak Lagi Rasakan Dampak Kemarau Panjang

“Ini potensi yang bisa dikembangkan dan diyakini akan semakin menambah khasanah pariwisata di Gunungkidul,” terang dia.

Adapun dipilihnya obyek wisata Sri Gethuk serta Paku Payung juga sengaja dilakukan untuk mempromosikan 2 obyek yang tengah menggeliat itu. Untuk Sri Gethuk sendiri, pasca hancur oleh bencana Badai Cempaka pada medio akhir tahun 2017 silam, memang sedang berbenah. Diharapkan dengan adanya event ini, bisa menunjukan kepada para wisatawan bahwa Sri Gethuk telah sepenuhnya pulih dan siap untuk menerima kunjungan wisatawan kembali. Sementara seperti diketahui, obyek wisata Paku Payung juga tengah hits di kalangan wisatawan. Nantinya dengan bantuan promosi semacam ini, obyek wisata berpanorama alam pegunungan ini bisa lebih moncer.

“Sekalian pada event ini, kita kampanyekan Embung Batara Sriten yang masuk sebagai finalis Anugerah Pesona Indonesia. Semoga nantinya bisa menang dan mengharumkan nama Gunungkidul,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler