Pemerintahan
Gunungkidul Terima Belasan Ribu Alokasi Program Indonesia Pintar
Wonosari,(pidjar.com)– Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi kuota Program Indonesia Pintar 16.000 siswa penerima manfaat dalam rangka mendukung pendidikan anak-anak dan mengantisipasi angka putus sekolah. Belum lama ini, penyerahan SK PIP dilajukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Gunungkidul.
Salah satunya yang dilakukan di Balai Kedung Keris, Kecamatan Nglipar, dengan peserta dari Kapanewon Nglipar dan Kapanewon Ngawen dan di Balai Kalurahan Setut, Kapanewon Gedangsari. Dimana penerima program PIP tersebut merupakan usulan aspirasi dari Kaisar Abu Hanifah anggota DPR RI Fraksi PKB.
“Alokasi Program Indonesia Pintar untuk Kabupaten Gunungkidul 16 ribu siswa penerima manfaat. Namun, yang kami serahkan SK nya ada sekitar 350 untuk yang dibawa dengan aspirasi Mas Kaisar,” kata KetuaTim Kaisar Abu Hanifah, Azam Muhammad.
Ia mengatakan kuota PIP di Gunungkidul cukup brsar, akan tetapi memang untuk yang mendaftar maupun mendapatkan SK PIP masih sedikit. Ia mencontohkan, dari tim Kaisar sendiri dulunya kuota aspirasi yaitu 2500 PIP akan tetapi SK yang turun hanya 350 saja.
“Dengan posisi Mas Kaisar yang terpilih sebagai DPR RI periode ini, mudah-mudahan mekanisme sosialisasi bisa lebih maksimal lagi kedepan sehingga serapan juga lebih maksimal lagi,” imbuh dia.

Sabtu (21/09/2024) kemarin, penyerahan SK PIP dilakukan secara simbolis oleh Tim Kaisar Abu Hanafiah dan dihadiri oleh bupati Gunungkidul. Dimana selain penyerahan juga dilakukan sosialisasi mengenai program tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Tak sedikit yang menyalah artikan penyerahan program PIP bersama dengan bupati Gunungkidul, Sunaryanta atas sebagai bentuk dukungan politik politisi tersebut kepada incumbent. Namun dengan tegas Azam menegaskan bahwa penyerahan ini tak ada keterkaitannya dengan pencalonan Sunaryanta dan dukung mendukung.
“Tidak ada keterkaitannya Pilkada atau dukung mendukung. Kami mengundang Pak Sunaryanta dalam kapasitas sebagai Bupati bukan sebagai calon Bupati. Selain itu, beliau (Kaisar) taat dan patuh pada keputusan partai,” tandas Azam.
Sementara itu, Bupati Sunaryanta mengatakan pentingnya peran program PIP dalam meringankan beban biaya pendidikan, terutama bagi warga yang kurang mampu. Ia berharap kedepannya, warga Gunungkidul yang memiliki anak sekolah dari jenjang SD bisa mendaftarkan mengakses program ini melalui Tim Kaisar Abu Hanifah, yang merupakan anggota DPR RI terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan lainnya.
“Masyarakat harus memanfaatkan PIP ini, khususnya bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, seperti kuliah. Pendaftaran untuk tahun 2024 sudah dimulai,” katanya.
“Program Indonesia Pintar sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan di Indonesia, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu,. Program ini juga salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka putus sekolah di daerah-daerah” kata Sunaryanta.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Gunungkidul, terutama para orang tua siswa, lebih memahami cara mendaftar dan manfaat yang bisa didapatkan dari PIP, sehingga kuota yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal,” harapnya.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
