Pemerintahan
Ribuan Warga Terdampak Kekeringan, Pemerintah Percepat Droping Air dan Realisasikan Program Jangka Panjang
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Ribuan Kepala Keluarga (KK) di Gunungkidul saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Berbagai upaya seperti mengambil air dari sumber yang masih ada, membeli air tangki hingga mengajukan droping ke pemerintah dilakukan oleh mereka yang terdampak kekeringan demi mendapatkan air untuk mandi, makan ataupun kebutuhan ternak mereka. Pemerintah pun telah berupaya merealisasikan beberapa program untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di Gunungkidul.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono mengatakan droping air saat ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten melalui BPBD Gunungkidul saja, melainkan dari beberapa kapanewon yang memiliki anggaran untuk penanggulangan kekeringan juga telah melakukan droping air.
“Tahun 2023 ini BPBD menyediakan 1.060 tangki untuk saat ini baru tersalurkan 265 tangki air bersih. Karena masing-masing kapanewon masih memiliki anggaran untuk menangani secara mandiri di wilayah mereka,” ucap Purwono, Sabtu (16/09).
Ia menjelaskan, ada 11 kapanewon yang memiliki anggaran untuk droping air yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Serapan anggaran droping dimasing-masing kapanewon yakni 70 persen. Sehingga total air yang telah tersalurkan dari anggaran kapanewon yakni lebih dari 3.000 tangki. Bila nantinya anggaran di masing-masing kapanewon telah habis, maka masyarakat bisa mengajukan ke BPBD Gunungkidul.
“Data masuk yang meminta droping ke BPBD Gunungkidul yakni dari 17 kalurahan di 9 Kapanewon, dengan jumlah yang terdampak 25.000 jiwa dari 7 ribuan KK,” jelasnya.
Disinggung mengenai dampak kekeringan tahun ini kondisinya seperti apa, ia mengatakan dampak kekeringan lebih luas dibandingkan dengan tahun kemarin. Potensi dampaknyanya pun masih bisa meluas dan bertambah, mengingat prediksi BMKG kemarau sampai Oktober mendatang. Ia mencontohkan, pada tahun lalu pemerintah menyalurkan droping hanya sekitar 412 tangki. Sementara untuk tahun 2023, sampai September mencapai 265, jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah sampai selesai kemarau.
“Meski begitu kondisinya masih tergolong aman, anggaran dari BPBD sendiri masih mencukupi untuk sampai Oktober mendatang. Jika anggaran habis maka kemudian akan menggunalan BTT,” sambungnya.
“Pada prinsipnya bila anggaran yang kami miliki kurang nantinya bisa mengakses BTT dengan kajian. Tapi sampai saat ini masih cukup dengan anggaran yang kami miliki. Masih ada 795 tangki yang belum tersalurkan, dan ini masih aman sampai nanti kemarau selesai,” jelasnya.
Jajaran pemerintah dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat pun berupaya meluncurkan program yang sekiranya mampu mengentaskan permasalahan kekeringan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti halnya program pembangunan Pamsimas di beberapa wilayah di Gunungkidul.
Selain program pamsimas, optimalisasi sungai bawah tanah juga dilakukan. Termasuk program revitalisasi telaga yang ada di Bumi Handayani, tujuannya agar kebutuhan air tetap tercukupi.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Muhammad Fajar Nugroho mengatakan, sejak beberapa tahun lalu program Pamsimas telah menyasar di beberapa kalurahan di Gunungkidul. Dan hampir setiap tahunnya ada program pembangunan saluran air itu, untuk tahun ini di Gunungkidul dibangun enam titik pamsimas.
Diantaranya berada di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin; Kampung, Kapanewon Ngawen; Tegalrejo dan Serut di Kapanewon Gedangsari. Kemudian di Kalurahan Bleberan, Playen dan Pengkok di Kapanewon Patuk. Anggaran miliaran rupiah digelontor oleh pemerintah untuk pembangunan tersebut.
“Tahun ini anggaran untuk program Pamsimas totalnya sebesar Rp 2,4 miliar rupiah. 6 titik itu masing-masing mendapatkan Rp 400 juta,” kata Muhammad Fajar Nugroho.
Ia mengatakan, upaya peningkatan jangkauan air bersih ke masyarakat terus dilakukan. Termasuk untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, data yang ada saat ini 89 persen akses air di Kabupaten Gunungkidul.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial7 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
