fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Hadapi Fenomena El Nino, Ini Saran Dinas Kepada Petani

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Dalam menghadapi fenomena el nino saat musim kemarau, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menghimbau kepada petani agar menanam tanaman dengan masa panen yang pendek. Langkah itu sebagai upaya mitigasi untuk menghindari resiko gagal panen akibat kekurangan air.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih, mengatakan jika pada musim kemarau ini sesuai dengan prediksi BMKG akan terjadi fenomena el nino yang mana akan terjadi kondisi yang lebih kering daripada biasanya.

“Tanaman pangan musim kemarau yang jelas palawija, itu saja pada daerah yang ada irigasi kalau kelompok yang tidak ada sistem irigasi tidak berani menanam,” jelasnya.

Disebutnya, Dinas Pertanian dan Pangan sudah menugaskan pendampingan untuk memberikan informasi kepada petani agar menanam tanaman jangka pendek. Ia mencontohkan seperti kedelai ataupun kacang hijau. Untuk tanaman padi, ia menyarankan agar petani memilih varietas padi yang memiliki umur lebih pendek daripada umumnya.

“Kalau padi kita sarankan yang umurnya pendek yang 90 hari panen seperti varietas padjadjaran. Kan ada umurnya yang 120 hari, 100 hari, dan 90 hari,” terang Sustiwiningsih.

Berita Lainnya  Program Pengentasan Kemiskinan Diklaim Sukses, Warga Miskin di Gunungkidul Tinggal 17,12 %

Selain itu, menurutnya pada musim kemarau petani juga bisa beralih menanam sayuran seperti bawang merah ataupun cabai. Terkait kesediaan pangan, Ia optimis musim kemarau kali ini tidak akan berpengaruh besar. Petani sudah terbiasa melakukan penyimpanan ditempatnya masing-masing sebagai cadangan pangan.

“Tentu petani harus bisa menyimpan hasil pertaniannya sebagian cadangan pangan, tapi juga jangan sampai kering biar keamanan pangan terjaga,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler