fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Halal Bihalal Bersama Warga Gunungkidul, Sultan Kembali Singgung Rencana Pembangunan Jalan Tol di Jogja

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pembangunan jalan tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo pembahasannya terus dilakukan oleh jajaran pemerintah pusat dan daerah. Diharapkan dengan adanya percepatan pembangunan di segala sektor yang menyasar wilayah DIY dapat berdampak baik bagi masyarakat, baik akses, perkembangan daerah maupun dampak perekonomian. Beberapa konsep dalam mengembangkan daerah harus mulai diadopsi agar majunya daerah bisa diakselerasi.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, jika ia selaku Gubernur tidak menolak atau menghalang-halangi pemerintah untuk melakukan pembangunan tol di kawasan Jogja-Bawen dan Jogja- Solo. Namun demikian perlu ada pertimbangan khusus di mana salah satunya beberapa daerah mendapatkan dampak positif atau tidak.

“Yang perlu dipikirkan adalah apakah misalnya wilayah Ungaran akan hidup atau mati. Kalau hidup ya ndak masalah, lah kalau mati bagaimana? Ini yang harus dipikirkan bersama,” ujar Ngarso Dalem usai menghadiri acara syawalan bersama Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah Gunungkidul, di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (20/06/2019) siang.

Percepatan pembangunan infrastruktur akses jalan ini tentunya dapat menudahkan wisatawan atau warga lokal dalam bepergian. Kemudian, DIY sendiri saat ini tengah digenjot dalam pembangunan mulai dari jalan, bandara dan beberapa sektor lainnya. Kabupaten di sekitarnya juga harus ikut tergerak dalam melakukan inovasi program pembangunan atau pemajuan daerah.

Dengan nantinya jika jadi dibangun Tol Jogja-Bawen, Jogja-Solo dan telah beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) diharapkan dampak positif juga dapat dirasakan oleh kabupaten Gunungkidul. Ngarso Dalem sendiri mendorong pemkab Gunungkidul melalui Bupati untuk segera pula melakukan percepatan.

“Misalnya kawasan selatan penataan pantai itu perlu dipercepat. Kemudian penyediaan jaringan listrik itu juga penting,”kata dia.

“Pembangunan daerah (Gunungkidul) sebagai penyelaras dan mengikuti kondisi DIY yang tengah digelontor berbagai program harus terus dilakukan. Lah kalau berhenti tentu tidak dapat apa-apa,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, jangan sampai jika pusat airportnya saja berada di kawasan DIY, namun para turis justru melihat kawasan Jogja dari obyek wisata Borobudur. Regional image harus mulai dibentuk, daerah-daerah harus mulai bergeliat pula dalam pembangunan dalam segala bidang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan jika pihaknya akan terus berbenah dalam penataan kawasan Gunungkidul. Diskusi singkat yang dilakukan dengan Gubernur DIY itu terdapat beberapa point yang akan diterapkan dalam proses pembangunan. Menyikapi rencana pembangunan jalan tol Trans Jawa ini pihaknya cukup mengapresiasi.

“Dari pembangunan kemudahan akses ini yang kami tangkap bagaimana cara mengembangkan infrastruktur dan daerah wisata agar lebih baik kembali,” kata Badingah.

Salah satu pembangunan infrastruktur yang percepatan pembangunannya disoroti pemkab adalah jalan jalur lintas selatan (JJLS) dan jalan dari Gading-Nguwot-Tawang hingga tembus kawasan Prambanan. Dengan demikian akan jauh lebih mempermudah akses masyarakat ataupun para wisatawan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler