fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Hampir Separuh Jalan Kabupaten di Gunungkidul Dalam Kondisi Rusak

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Bumi Handayani memiliki jalan yang berstatus jalan kabupaten sepanjang lebih dari 1.100 kilometer. Dari ribuan kilometer jalan kabupaten tersebut, ternyata belum semuanya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Masih terdapat ratusan kilometer jalan kabupaten yang berstatus rusak. Keterbatasan anggaran menjadi kendala penanganan jalan rusak di Gunungkidul. Pemerintah harus menerapkan skala prioritas dalam pemanfaatan anggaran pembangunan maupun perbaikan. Masyarakat sendiri diperkirakan harus lebih bersabar lantaran pada tahun ini, anggaran pembangunan fisik banyak mengalami pemotongan pasca pandemi corona yang terjadi.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Gunungkidul, Setyo Koordijanto. Menurutnya dari total panjang jalan kabupaten tersebut, masih banyak yang masuk dalam kategori rusak. Pengkategorian mulai dari rusak ringan, sedang sampai dengan rusak berat.

“Masih banyak yang belum tersentuh perhatian. Ada berbagai faktor tentunya yang mempengaruhi hal itu,” kata Setyo Koordijanto, Kamis (07/05/2020).

Adapun mengacu pada update data tahun 2019 lalu, ada 444 kilometer jalan dalam kondisi baik. Kemudian untuk kondisi sedang, ada sekitar 290 kilometer jalan. Sedangkan untuk kondisi rusak ringan ada 163,126 kilometer, dan untuk kondisi rusak berat ada 238,451 kilometer. Sebenarnya, untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan sendiri terus dilakukan terus dilakukan.

Berita Lainnya  Cakupan Wilayah Terlalu Luas, Pemdes Pacarejo Minta Pemekaran Desa

Hanya saja memang keterbatasan anggaran yang dikelola menjadikan sebuah dilematis bagi pemerintah. Terlebih jalan sendiri juga seiring berjalannya waktu dapat terkikis dan rusak.

“Tentu dalam proses pemeliharaan atau pembangunan itu kita mengarah pada skala prioritas, tidak bisa asal. Ada beragam pertimbangan yang harus diselaraskan,” tambahnya.

Sekarang ini, di tengah pandemi covid 19 pemerintah juga melakukan pengecekan ke seluruh wilayah Gunungkidul untuk mengetahui update terkini, jalan mana kondisi jalan yang mengalami kerusakan atau masih bagus dan mantap.

Nantinya hasil update tersebut akan menjadi sebuah bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menentukan skala prioritas dalam pembangunan jalan di tahun berikutnya. Tahun 2020 sendiri ada sejumlah ruas jalan yang rencananya akan dibangun dan dilakukan perbaikan. Namun lantaran adanya pandemi global yang mengharuskan seluruh anggaran direalokasi, maka sejumlah proyek pun kemudian dihentikan.

Berita Lainnya  Pemkab Terima Dana Rp 2,8 Miliar Untuk Mengatasi Stunting

Kemudian berkaitan dengan kenaikan status jalan, menurut Setyo hal itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada kajian seberapa penting jalan tersebut jika dialihkan statusnya dan beragam lainnya. Mulai beberapa waktu lalu sudah banyak yang berkeluh kesah mengenai status jalan yang ingin dinaikkan.

“Jadi ndak bisa sembarang kalau mengubah status jalan. Ada banyak tahapan dan baru bisa dilakukan 5 tahunan, kalau terakhir 2016 dan kenaikannya hampir 2 kali lipat maka paling tidak baru 2021 bisa ada program perubahan status jalan,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler