Budaya
Hanya Kejar Praktis, Cara Berpakaian Adat Jawa Pegawai Pemkab Gunungkidul Dikritik Budayawan
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setiap Kamis Pahing, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul diwajibkan untuk mengenakan pakaian adat khas Yogyakarta. Termasuk pada hari ini, Kamis (24/10/2019), para pegawai di lingkungan Pemkab Gunungkidul mengenakan pakaian adat Khas Yogyakarta.
Sebagai informasi, pemilihan hari Kamis Pahing ini disesuaikan dengan hari perpindahan Krraton Yogyakarta dari Ambar Ketawang ke lokasi Kraton sekarang. Kamis Pahing disebut sebagai hari berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Sejak Peraturan Gubernur Nomor 12 tahun 2015 dan suara edaran Sekda DIY tentang pakaian Tradisional Jawa dikeluarkan, seluruh pegawai di lingkup Pemda DIY harus mengenakan pakaian tradisional termasuk juga di Pemkab Gunungkidul.
Dalam perkembangan pengaplikasian aturan tersebut di lapangan, pemakaian pakaian adat Yogyakarta ini mendapatkan sorotan dari budayawan. Di Kabupaten Gunungkidul, tidak semua pegawai mengenakan seragam sesuai dengan kaedah yang berlaku.
Salah seorang budayawan Gunungkidul, Heri Nugroho menyatakan, selama ini Dinas Kebudayaan dan Dewan Kebudayaan tak henti-hentinya mengadakan sosialisasi ke Desa tentang Ageman Kejawen Gagrak Ngayogyokarto. Namun demikian, ia prihatin lantaran hingga saat ini, banyak pegawai yang tak mengenakan pakaian sesuai kaedah aturan. Para pegawai menurutnya hanya karena mencari kenyamanan saja dalam menjalankan peraturan ini.
“Saya melihatnya hanya karena unsur simple, tapi itu melanggar norma etika Ageman Kejawen,” tutur pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Gunungkidul ini.
Bahkan pagi tadi, ia melihat ada seorang pegawai mengenakan jarik prajuritan namun bercelana. Hal tersebut ia nilai bukan sesuatu yang etis.
“Masyarakat desa belum sesuai bisa dimaklumi mungkin faktor ketidakadaan bukan karena ketidaktahuan. ASN logikanya sudah tau bagaimana jariknya, surjan luriknya, blangkonnya, selopnya gagrak Ngayogyakarta, jadi kurang etis kalau berpakaian Jawa tidak sesuai pakem,” ujar dia.
Untuk itu, ia mendorong Pemkab Gunungkidul agar segera mengeluarkan surat edaran Bupati terkait aturan pemakaian pakaian adat Yogyakarta saat Kamis Pahingan. Adapun surat edaran tersebut untuk menertibkan Ageman Kejawen para pegawai yang saat ini cenderung tak sesuai kaedah.
“Pegawai itu diharapkan taat kepada aturan, sehingga dengan adanya surat edaran Bupati terkait ageman Kejawen Gagrak Ngayogyakarta, mereka akan patuh,” pinta Heri.
Lebih lanjut ia mengatakan, Gagrak Ngayogyakarta, sorjan dan lurik sebagai simbol abdi. Sementara jarik seharusnya diagem secara benar
“Bukan model sapit urang, selop dan keris juga sangat penting,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan, masing-masing OPD yang ada di lingkungan Pemkab Gunungkidul telah memiliki bagian yang bertanggung jawab mengenai kelengkapan Ageman Kejawen para pegawai. Di sisi lain, terdapat pegawai tertentu yang boleh tidak memakai Ageman Kejawen di hari Kamis Pahing.
“Seperti Satpam, Pol PP, pelayanan kesehatan dan pegawai yang sedang melaksanakan tugas tertentu,” papar Agus.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized5 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
