fbpx
Connect with us

Sosial

Harga Bahan Pokok Mulai Merangkak Naik Jelang Puasa, Masyarakat Pilih Barang Impor

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Selama beberapa pekan belakangan ini, harga bawang putih dan bawang jenis lain terus mengalami kenaikan yang signifikan. Sejumlah pembeli dan pedagang pun mulai mengeluh lantaran harga yang naiknya lebih dari 10 ribu per kilogramnya. Kenaikan harga ini ini disinyalir lantaran cuaca selama beberapa pekan terakhir yang tidak menentu. Hal ini kemudian berpengaruh pada jumlah dan kualitas pasokan bawang ke Gunungkidul. Kurang dari sebulan menjelang hari puasa, terpantau sejumlah bahan kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil. Sejumlah komoditi tersebut meski terdapat beberapa yang mengalami kenaikan, namun tidaklah signifikan harga bawang.

Dalam operasi pasar yang digelar pada Senin (15/04/2019) silam, Bupati Gunungkidul bersama TPID DIY menggelar operasi pasar untuk mengetahui harga kebutuhan barang dan stok menjelang bulan puasa. Dari pantauan ini, harga bawang masih mengalami kenaikan yang paling dominan. Jika pada hari biasanya bawang putih hanya berkisar 18 ribu hingga 24 ribu, sekarang bahkan berada di kisaran harga 35 ribu hingga 40 ribu per kilo. Sedangkan untuk bawang putih kating yang biasanya seharga 28 ribu sampai 35 ribu per kilo, saat ini bisa mencapai harga 50 ribu per kilonya.

Untuk bawang merah sendiri juga masih dalam harga yang tinggi yakni jika di hari biasa 35 ribu per kilonya, sekarang bisa mencapai 40 ribu sampai dengan 45 ribu per kilo. Itu pun tergantung ukuran, kualitas maupun pasokan dari para produsen. Untuk jenis bawang putih biasa dan kating, para konsumen pun ternyata lebih memilih barang import, selain ukurannya lebih besar dalam proses pengupasannya pun lebih mudah.

Berita Lainnya  Sudah Secara Simbolis Diserahkan, Belasan Warga Akhirnya Batal Dapat Bantuan Bedah Rumah

“Untuk harga bawang segala jenis mulai ada kenaikan itu sejak beberapa pekan ini. Faktor cuaca sepertinya tidak begitu mendukung jadi pengaruh di harga juga,” papar salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Sri Rahayu, Rabu (16/04/2019) siang.

Selain harga bawang, harga cabai pun juga ada yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kisaran kenaikannya pun dari seribu rupiah hingga 2 ribu per kilonya. Untuk harga telur setiap harinya pun berubah-ubah, mulai dari harga 22 ribu per kilo, bisa naik sampai diharga 24 ribu 25 ribu, namun untuk penurunan harga pun juga terjadi cukup cepat. Sementara harga beras dengan kualitas sedang masih berkisar diharga 11 ribu hingga 12 ribu.

Harga daging ayam juga, dan ikan laut masih dalam harga stabil yakni berkisar 32 hingga 34 ribu per kilo untuk daging ayam. Kemudian untuk daging sapi dengan kualitas baik masih berkisar pada harga 125 ribu per kilogramnya. Dari harga-harga saat ini, dimungkinkan masih akan terjadi kenaikan saat mendekati bulan puasa.

Berita Lainnya  Kebakaran di 44 Titik, Kerugian Lebih dari Rp 2 Miliar

“Ya ada pengaruh dengan penjualan tapi tidak begitu signifikan. Mungkin dalam waktu dekat bisa naik lagi atau bahkan turun. Untuk rempah-rempah juga ada sedikit kenaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul mengungkapkan jika beberapa pekan ini bedasarkan pantauan yang dilakukan memang untuk harga segala jenis bawang masih dalam pada harga yang tinggi. Berbagai faktor mempengaruhi naik turunnya harga kebutuhan pokok di Gunungkidul. Terlebih petani di Gunungkidul sebagian tidak bisa memenuhi pasokan dan kebutuhan konsumennya. Misalnya saja seperti bawang merah dan cabai, meski beberapa waktu lalu Gunungkidul dapat memproduksi sendiri namun sekarang geliatnya sudah tidak begitu terlihat.

“Kita harus sadari jika barang atau kebutuban pokok tidak semuanya bisa dipenuhi dari lokal. Bahkan seperti bawang saja masyarakat dan pedagang memilih yang import. Tentunya kami upayakan pemetaan. Kalau untuk persediaan saya kira cukup, inflasi di Gunungkidul tentunya rendah dibandingkan dengan kabuaten atau kota lain, jadi tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler