Pemerintahan
Hasil Panen Singkong di Gunungkidul Meleset Dari Target
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul terkenal akan potensi panen singkongnya yang kerap dijadikan gaplek dan dapat diolah menjadi berbagai makanan lainnya. Pemerintah sendiri pada tahun 2021 ini menargetkan panen singkong dapat mencapai 832 ribu ton. Namun kemudian, dalam penghitungan panen yang dilakukan, hasil panen singkong tahun ini masih belum mencapai target. Panen singkong di Gunungkidul masih sedikit meleset dari target yaitu pada angka 827.669 ton. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS Gunungkidul), luasan panen singkong pada tahun 2020 ini memang mengalami penurunan. Pada tahun 2018, lahan singkong adalah seluas 45,350 Hektare, kemudian pada tahun 2019 naik menjadi 45,816 Hektare, dan pada tahun 2020 turun menjadi 43,855 Hektare.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Yuwono Raharjo, mengungkapkan, luas tanam singkong di Gunungkidul saat ini mencapai 44.025 Hektare. Dari luasan tersebut, ditargetkan dapat menghasilkan panen singkong sebanyak 832 ribu ton. Namun dalam penghitungan yang dilakukan oleh pihaknya, panen singkong saat ini tak sesuai target awal yang ditentukan. Kekurangan target tersebut menurutnya terjadi karena beberapa hal di lapangan.
“Ada selisih sekitar 4.331 ton antara target dan hasil panennya,” ungkap Raharjo, Kamis (28/10/2021).
Menurutnya, penyebab hasil panen yang tak sesuai target salah satunya adalah semakin menyempitnya luas penanaman jagung oleh petani. Hal ini berdampak pada banyaknya singkong yang tidak ditanam. Selain itu, hasil panen singkong yang tak sesuai target juga dipengaruhi oleh jarak tanam batang singkong yang semakin melebar. Akibatnya, jumlah batang singkong yang ditanam di area lahan turut berkurang yang berdampak pada jumlah panen ynag dihasilkan.
Ia mencontohkan, pada tahun 2020 lalu, sebanyak 3.500 batang singkong dapat ditanam di lahan seluas satu hektare, namun pada tahun ini lahan seluas satu hektare hanya ditanami sekitar 2.500 batang saja.

Semakin melebarnya jarak tanam tersebut berdampak pada hasil panen singkong per hektarenya. Raharjo menyampaikan jika pada tahun 2020 hasil panen singkong per hektare dapat mencapai 22 ton. Namun pada tahun ini, setiap hektare lahan hasil panennya turun menjadi 18,8 ton.
“Produktifitas singkong masih bagus, dari segi harga juga bisa dibilang stabil. Singkong basah per kilo dihargai Rp. 1.200 dan untuk gaplek per kilonya Rp. 2.500,” urai Raharjo.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
