Pemerintahan
Wacana Sampel Swab Rutin Untuk Pelajar Guna Antisipasi Penyebaran Covid19 di Lingkungan Sekolah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Evaluasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini tentunya juga terus dilakukan mengingat pandemi belum berakhir. Ke depan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul memiliki wacana melakukan screening guna mengetahui bagaimana penyebaran covid19 di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, screening di lingkup sekolah ini masih sebatas wacana. Pihaknya perlu mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan instansi terkait. Teknis dari screening ini adalah setiap bulannya dilakukan pengambilan sampel swab dari para pelajar.
“Masih sebatas rencana atau wacana, siswa di setiap sekolah diambil sampel swabnya,” kata Dewi Irawaty, Jumat (29/10/2021).
Wacana ini muncul dari berbagai gagasan dan kondisi. Termasuk dengan tersediannya mobil operasional dari PCR dari Kapolri yang diberikan ke Gunungkidul. Tentunya dengan adanya fasilitas ini, sangat memudahkan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.
“Tentunya akan memudahkan, namun perlu dibahas lebih dalam kembali,” jelasnya.

Menurut dia, screening di sekolah ini cukup diperlukan. Sebab, masih ada golongan usia pelajar yang sampai dengan sekarang ini belum mendapatkan dosis vaksin covid19. Disinggung mengenai vaksinasi covid19 di Gunungkidul ia mengatakan bahwa sudah sudah mencapai 78 persen sekian untuk dosis pertama. Pemerintah sendiri terus menggenjot capaian vaksinasi dengan berbagai program dengan menggandeng pihak-pihak tertentu.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan evaluasi tentang penerapan protokol kesehatan tentu menjadi hal yang utama. Hal ini sangat perlu ditekankan untuk mengantisipasi terjadinya penularan dan penyebaran virus covid19.
“Protokol kesehatan ini sangat penting, jadi kita terus tekankan ke sekolah agar selalu patuh dengan protokol kesehatan. Siswa dan orang tua pun juga demikian,” terang Ali Ridlo.
Menurutnya PTM sendiri sangatlah efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran secara daring. Penyampaian materi akan lebih mudah dipahami oleh para pelajar dan tentunya terjalin interaksi antara pelajar dengan guru mereka.
“Pasti lebih efektif, harapannya pembelajaran tatap muka ini bisa terus berjalan ke depannya,” ucap dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
