fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Wacana Sampel Swab Rutin Untuk Pelajar Guna Antisipasi Penyebaran Covid19 di Lingkungan Sekolah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)—Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Evaluasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini tentunya juga terus dilakukan mengingat pandemi belum berakhir. Ke depan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul memiliki wacana melakukan screening guna mengetahui bagaimana penyebaran covid19 di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, screening di lingkup sekolah ini masih sebatas wacana. Pihaknya perlu mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan instansi terkait. Teknis dari screening ini adalah setiap bulannya dilakukan pengambilan sampel swab dari para pelajar.

“Masih sebatas rencana atau wacana, siswa di setiap sekolah diambil sampel swabnya,” kata Dewi Irawaty, Jumat (29/10/2021).

Wacana ini muncul dari berbagai gagasan dan kondisi. Termasuk dengan tersediannya mobil operasional dari PCR dari Kapolri yang diberikan ke Gunungkidul. Tentunya dengan adanya fasilitas ini, sangat memudahkan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.

“Tentunya akan memudahkan, namun perlu dibahas lebih dalam kembali,” jelasnya.

Menurut dia, screening di sekolah ini cukup diperlukan. Sebab, masih ada golongan usia pelajar yang sampai dengan sekarang ini belum mendapatkan dosis vaksin covid19. Disinggung mengenai vaksinasi covid19 di Gunungkidul ia mengatakan bahwa sudah sudah mencapai 78 persen sekian untuk dosis pertama. Pemerintah sendiri terus menggenjot capaian vaksinasi dengan berbagai program dengan menggandeng pihak-pihak tertentu.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan evaluasi tentang penerapan protokol kesehatan tentu menjadi hal yang utama. Hal ini sangat perlu ditekankan untuk mengantisipasi terjadinya penularan dan penyebaran virus covid19.

“Protokol kesehatan ini sangat penting, jadi kita terus tekankan ke sekolah agar selalu patuh dengan protokol kesehatan. Siswa dan orang tua pun juga demikian,” terang Ali Ridlo.

Menurutnya PTM sendiri sangatlah efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran secara daring. Penyampaian materi akan lebih mudah dipahami oleh para pelajar dan tentunya terjalin interaksi antara pelajar dengan guru mereka.

“Pasti lebih efektif, harapannya pembelajaran tatap muka ini bisa terus berjalan ke depannya,” ucap dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler