Sosial
Hasil Swab Negatif, Sulit Disambut Gegap Gempita Warga Saat Pulang Dari Lokasi Isolasi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suasana haru bercampur gembira sangat nampak di raut wajah sejumlah masyarakat Padukuhan Kalidadap, Desa Gari, Kecamatan Wonosari. Selasa (05/05/2020) pagi tadi, sebagian masyarakat melakukan penyambutan terhadap salah seorang warganya, Sulit Pamungkasih yang sempat diisolasi di RSUD Saptosari lantaran beberapa waktu lalu ia hasil rapid tes coronanya menunjukkan positif.
Suasana penjemputan Sulit sendiri memang terasa sangat istimewa. Sejak di RSUD Saptosari, ia dijemput oleh sejumlah tokoh masyarakat serta anggota DPRD Gunungkidul. Sesampai di lingkungan pun suasana juga semakin gegap gempita. Sejumlah masyarakat menyambut kedatangan Sulit bersama rombongan. Warga ikut berbahagia karena kondisi Sulit yang dinyatakan sehat dan negatif dari corona meski sempat menjalani isolasi.
Sejak pagi masyarakat sudah bersiap-siap dan barulah sekitar pukul 10.30 WIB ia bersama rombongan tiba di Padukuhan Kalidadap. Setibanya di jalan masuk padukuhan, samputan dari sejumlah masyarakat pun sudah mulai terlihat.
Sulit pun sempat turun dari mobil dan langsung melakukan sujud syukur atas kondisinya. Isak tangis pun juga menyambut kedatangannya. Tak henti-hentinya masyarakat menangis dan menyerukan puji syukur.
Kepala Desa Gari, Widodo mengatakan, Sulit Pamungkasih beberapa hari lalu sempat menjalani rapid test dan hasilnya menunjukkan reaktif. Selanjutnya selepas pengecekan itu, ia dijemput oleh petugas medis untuk mengikuti isolasi atau karantina di RSUD Saptosari. Beberapa hari ia harus menjalani aktifitas di ruang isolasi dan jauh dari keluarganya.
Dukungan yang diberikan oleh warga setempat pun sangat luar biasa. Satu persatu warga memberikan bantuan makanan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk menjalani isolasi. Komunikasi pun juga terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi perempuan tersebut maupun keluarga yang berada di rumah.
“Motto Gari Nyawiji benar-benar dibuktikan oleh warga. Selama Bu Sulit dikarantina, kebutuhan logistik terus diberikan masyarakat dengan berswadaya, membantu keluarga yang ada di rumah juga,” terang Widodo, Selasa siang.
Penyambutan ini menurut dia sangat penting. Hal tersebut menurutnya sebagai bentuk dukungan kepada Sulit Pamungkasih yang sempat menjalani karantina di rumah sakit. Warga pun juga diedukasi mengenai dukungan moril.
“Jangan sampai dikucilkan, kasihan. Ini bukan aib, jadi masyarakat harus menjaga hubungan dan membetikan dukungan dan perhatian,” tambahnya.
Selama ini, dari Pemdes Gari telah membekali pengetahuan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, mengurangi aktifitas di luar rumah, dan mengikuti anjuran pemerintah lainnya. Pos penjagaan pun juga dibuat untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Jumadi mengungkapkan jika dirinya ikut berbahagia atas kembalinya Sulit Pamungkasih dan dinyatakan negatif oleh medis. Selama proses karantina tersebut masyarakat terus memantau perkembangan keluarga yang berada di rumah.
“Penyambutan tadi bentuk empati kami ke yang bersangkutan. Memberikan dukungan yang mungkin tidak seberapa. Alhamdulillah masyarakat kita semua terbuka,” ucap Jumadi.

Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul, Rian Eko Wibowo mengaku sangat terharu dengan kekompakan warga Desa Gari. Ia mengapresiasi warga setempat yang sama sekali tidak mengucilkan Sulit dan keluarganya meski hasil tesnya sempat menunjukkan reaktif.
“Justru masyarakat kompak dalam bersama-sama memberikan bantuan. Masyarakat juga semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Adanya warga yang diisolasi justru membuat warga di sini semakin peduli,” papar Rian.
Ia sendiri memutuskan secara langsung menjemput Sulit di RS Saptosari. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung kepada yang bersangkutan agar secara psikologis tetap terjaga dan bisa menjalani kehidupan seperti biasa.
“Kita kemarin terus pantau kondisinya saat diisolasi,” papar Rian.
Menurut Rian, Sulit sendiri menjalani rapid test lantaran sempat diketahui melakukan takziah ke salah seorang PDP yang meninggal dunia di Padukuhan Gadungsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Lantaran hasil rapid tesnya positif, ia lantas harus menjalani proses isolasi.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
