fbpx
Connect with us

Politik

Hidup Itu Sedekah, Konsep Dalan Ombo Banyu Roto Ala Caleg Putra Daerah Ini

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Baginya, prinsip hidup itu untuk bersedekah kepada sesama. Sedangkan jika terpilih sebagai wakil rakyat di DPR RI adalah bonus baginya untuk memperjuangkan amanah masyarakat luas. Dalan ombo banyu roto menjadi tekadnya dalam mengentaskan masyarakat Gunungkidul dari ketertinggalan.

“Lewat Partai Nasdem saya siap melakukan gerakan perubahan, sebab saya ingin memberikan hidup saya untuk bersama-sama membawa kemajuan bagi rakyat DIY khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya,” tegas Benyamin Sudarmadi, Caleg DPR RI Partai Nasdem dapil DIY nomor urut 8 ini.

Kompetensi dan kemampuan Ketua Dewan Pembina IKG (Ikatan Keluarga Gunungkidul) dalam memperjuangkan masyarakat tak perlu diragukan lagi. Sunatan massal, pembagian sembako hingga bedah rumah warga miskin di Gunungkidul sudah sering dilakukan selama bertahun-tahun oleh pria kelahiran Semanu bulan Agustus 1960 ini.

Tak bisa dipungkiri pula bahwa Bakmi Jawa, kuliner khas Gunungkidul ini bisa populer di ibukota lewat sentuhan tangan dinginnya. Dunia koperasi ditopang kemampuan berorganisasi dan entrepreneurship yang baik membuat Bakmi Jawa yang dibesut suami Tri Christiana Wardani menjadi jaringan retail yang mengentaskan banyak masyarakat dari jurang kemiskinan.

“Bakmi Jawa itu awalnya hanya bisa dinikmati di Wonosari, nah outlet pertama Bakmi Jawa kita rintis tahun 1998. Maka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kemudian dibentuk warung pelatihan bakmi Jawa dan Koperasi Usaha Bakmi Jawa. Hal inilah yang kemudian melahirkan pemuda pemudi yang terampil memasak dan menyajikan Bakmi Jawa. Hasilnya saat ini ada ratusan outlet Bakmi Jawa binaan kita yang tersebar di kota-kota besar seluruh Indonesia,” terang bapak 4 anak 2 cucu ini.

Seiring dengan pesatnya perkembangan Bakmi Jawa, Benyamin Sudarmadi juga aktif membina organisasi lewat IKG di perantauan. IKG menjadi wadah untuk saling membantu dan berbagi kaum perantau asal Gunungkidul di berbagai kota. Lewat IKG Benyamin sering menyelenggarakan aksi-aksi sosial seperti sunatan massal, bedah rumah, santunan fakir miskin dan kaum dhuafa hingga pembagian sembako.

“Cita-cita yang selalu saya perjuangkan adalah menjadi berkah bagi banyak orang. Itu yang mendorong saya untuk tidak berhenti berupaya sesuai pesan almarhum Ibu saya Nyi Supartiyah Marto Pawiro, ‘dadio wong kang migunani tumrap liyan’ dan itu saya laksanakan hingga saat ini,” sambung dia.

Namun upaya Benyamin Sudarmadi mengentaskan masyarakat dari kemiskinan sulit terwujud jika masih berada diluar jalur pemerintahan. Maka sejak tahun 2004 dia berupaya masuk ke Senayan lewat jalur independen. Benyamin maju mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah. Upayanya gagal lantaran hanya meraih posisi kelima. Itu belum cukup mengantarkannya meraih kursi DPD.

Gagal menjadi senator tak membuat Benyamin patah arang, dia tak lelah berbuat baik dengan meneruskan aksi-aksi sosial membantu kaum papa yang kurang mampu. Tahun 2014 Benyamin Sudarmadi kembali bangkit dan mencalonkan diri sebagai Bupati Gunungkidul lewat jalur independen. Sayangnya dalam kontestasi Pilkada 2014, pasangan Benyamin-Mustangid kalah dari petahana dan hanya meraih 98.379 suara. Hal ini tak membuat Benyamin putus asa atau sakit hati dalam upaya memperjuangkan rakyat.

“Bagi saya politik adalah kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Saat ini terdapat potensi daerah yang dapat dioptimalkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Dan itu bisa diupayakan jika ada putra daerah sini yang terpilih sebagai wakil rakyat di DPR RI. Dan bagi saya, jabatan itu amanah dari masyarakat yang wajib saya perjuangkan,” paparnya.

Jika terpilih, Benyamin akan berupaya sekuat tenaga agar porsi anggaran untuk Gunungkidul khususnya dan Provinsi DIY pada umumnya dapat ditingkatkan. Anggaran dana besar dari pusat harus bisa diraih dan dimanfaatkan untuk memajukan daerah. Intinya program-program pemerintah yang bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak adalah skala prioritas yang akan diperjuangkan Benyamin.

Menurutnya, jika di ujung barat Kulonrogo telah terbangun Bandara NYIA (New Yogyakarta Internasional Airport) dan Pelabuhan Tanjung Adikarta, maka seyogyanya hingga ujung timur juga terbangun insfrastruktur pendukung demi pemerataan pembangunan.

“Insfrastruktur berupa dalan ombo (jalan lebar) akan mempermudah akses wisatawan berkunjung ke Gunungkidul. Potensi wisata yang besar harus ditopang fasilitas pendukung seperti jalan lebar nan mulus demi kenyamanan pengunjung. Demikian Gunungkidul yang selama ini sering kekeringan harus diupayakan agar masalah air bisa merata dan tidak lagi menjadi kendala,” pungkas Benyamin.  

Untuk mewujudkan masyarakat yang guyub rukun dengan semangat gotong royong yang tinggi, butuh terobosan di level DPR RI agar potensi daerah dapat dioptimalkan. Benyamin berharap doa restu dan dukungan seluruh rakyat Gunungkidul untuk memilihnya dengan cara mencoblos caleg DPR RI Partai Nasdem nomor urut 8.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler