fbpx
Connect with us

Politik

Uji Coba Kotak Suara, Disiram Air dan Diduduki Pun Tidak Rusak

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sempat menjadi perbincangan khalayak, mengenai kekuatan dan ketahanan kotak suara yang berbahan karton kedap air lantaran bentuknya menyerupai kardus, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul akhirnya melakukan pengecekan terhadap kekuatan dan ketahanan kotak suara. Hal itu untuk membuktikan pada masyarakat jika kotak tersebut memang aman.

Komisioner Bidang Pengawasan, Hubungan Antar Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengungkapkan jika kotak suara yang berbahan dari dupleks itu dalam kondisi aman. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan sehingga tingkat keamanan dapat terjamin dan dapat digunakan selayak mungkin hingga pesta demokrasi mendatang.

“Kita lakukan uji coba juga jadi tidak hanya sekedar pengecekan biasa. Pengawalan dan pengawasan memang diperlukan agar nantinya digunakan tidak terjadi kerusakan,” ungkap Rosita, Kamis, (20/12/2018).

Adapun untuk membuktikan tingkat keamanan dari kotak suara yang terbuat dari dupleks yang sempat menjadi perbincangan dan menuai sejumlah kritik oleh masyarakat umum, Rabu (19/12) kemarin Bawaslu bersama KPU Gunungkidul melakukan uji coba. Dalam hal ini, uji coba yang dilakukan yakni dengan menyiram kotak suara dengan air. Tidak hanya itu, petugas juga memukul dan menduduki kotak suara tersebut.

Terbukti meski diperlakukan seperti itu, kotak suara dalam kondisi utuh dan tidak mengalami kerusakan. Sehingga hal yang sempat meragukan paling tidak dapat ditepis dengan uji kelayakan kotak suara yang telah dilakukan oleh Bawaslu maupun KPU. Selain melakukan uji coba, petugas juga melakukan pengecekan pada tempat penyimpanan, guna mengatisipasi hal-hal lain yang sekiranya dikhawatirkan.

“Sejauh ini pengecekan yang kami lakukan semua dalam kondisi baik dan relatif aman,” imbuh dia.

Pengecekan juga menyasar pada logistik yang digunakan pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang, diantaranya tinta, bantalan tinta, id card yang akan digunakan oleh KPPS dan barang logistik lain sebagai penunjang pesta demokrasi. Tentu pengecekan tidak hanya dilakukan sekali, namun akan dilakukan beberapa kali guna menjamin kualitas dari logistik dan peralatan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Komisi Bidang Teknis KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mengungkapkan pada gelaran pemilu tahun 2019 mendatang ada sedikit perbedaan. Dimana salah satunya yakni kotak suara yang lama berbahan alumunium, sedangkan sekarang berbahan dupleks. Akan tetapi jika dilihat dari sudut efisiensi, bahan dupleks jauh lebih efisien.

“Kalau fungsinya kan sama, sebagai pelindung atau bilik saat pencoblosan,” ungkapnya.

Memang dalam menjaga ketahanan kotak suara dari bahan ini agak sedikit lebih berbeda. Dimana perlu penanganan agar terhindar dari rayap dan tikus. KPU sendiri sejauh ini telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memberikan obat anti rayap dan tikus agar kotak suara dapat terlindungi.

“Disemprot pakai obat anti hewan biar lebih aman,” kata dia.

Sedangkan kotak suara berbahan alumunium yang semula dimiliki oleh KPU nantinya akan dilelang, untuk saat ini masih menunggu antrian. Andan juga belum dapat memastikan proses lelang tersebut akan terealisasi kapan, mengingat antrian yang masih panjang. Sebagian juga akan dihibahkab ke Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

 

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler