Sosial
Hujan Belum Merata, Sri Purnomo Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Gunungkidul
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Hujan memang telah mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Namun demikian sebarannya belum merata dan intensitasnya masih sangat rendah. Masyarakat Gunungkidul sendiri masih belum bisa memanfaatkan air hujan untuk mencukupi keperluan mereka. Maka dari itu, warga masih mengandalkan bantuan droping air baik dari pemerintah ataupun pihak-pihak tertentu.
Seperti yang dialami oleh warga Padukuhan Pringsanggar, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus. Sejak beberapa bulan lalu, warga di daerah ini kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Hal ini karena pada musim kemarau, tampungan air habis dan sumber-sumber air di daerah ini juga mengering. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, mereka harus mengandalkan bantuan pemerintah namun tak jarang mereka juga membeli air tangki secara mandiri dengan harga yang bervariasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh warga setempat, Bambang. Pada musim kemarau ini, ia pribadi sudah membeli air tangki beberapa kai dengan harga sekitar Rp150 ribu per tangki. Belum lagi warga lain yang juga membeli air, biasanya mereka 2 minggu sekali harus membeli air dari pihak swasta. Bantuan pemerintah ataupun swasta yang masuk tentunya digunakan secara bersama oleh para warga.
Menyikapi kondisi demikian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil D.I Yogyakarta, Sri Purnomo kembali memberikan bantuan air bersih 50.000 liter air bersih untuk warga Gunungkidul khususnya di Kalurahan Purwodadi.
“Hari ini kami salurkan air bersih untuk warga di Kalurahan Purwodadi. Kemarin kita dengar masih ada saudara kita di Purwodadi, Tepus yang membutuhkan air bersih. Dan hari ini kita tindaklanjuti dengan mengirimkan bantuan 10 truk tangki,” kata Sri Purnomo.

Pada musim kemarau ini, mantan Bupati Sleman tersebut telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua gelombang. Ia berkomitmen menyediakan 300ribu liter sampai 500ribu liter air bersih di Gunungkidul.
Wilayah-wilayah penerima bantuan ditentukan berdasarkan data kebutuhan dan permintaan dari masyarakat. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sembari menunggu musim penghujan.
“Harapan kita bantuan yang sudah kita berikan ini dapat meringankan masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, hingga saat ini droping air masih terus dilakukan oleh petugas hampir setiap harinya. Sebab permintaah air ke BPBD sejak beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Hal tersebut dikarenakan anggaran di Kapanewon telah habis, sehingga warga meminta droping ke BPBD Gunungkidul.
“Sampai dengan Rabu kemarin BPBD telah menyalurkan 846 tangki air bersih ke wilayah kesulitan air bersih. Untuk saat ini masih ada sisa beberapa ratus tangki ini untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” ucap Sumadi.
“Droping air dari pihak-pihak lain juga masih berjalan dan diupayakan berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul,” sambungnya.
Adapun nantinya setelah hujan turun, BPBD masih akan melakukan droping air bagi warga yang mengajukan bantuan air bersih. Sebab pada awal musim penghujan biasanya air masih belum bisa dimanfaatkan oleh warga untuk keperluan sehari-hari.
“Biasanya untuk awal awal hujan air belum bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok karena belum bersih, sumber sumber air juga belum pulih sehingga kemungkinan masih kita layani ketika ada permintaan droping air,” pungkas Sumadi.
-
Uncategorized2 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized15 jam yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized7 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
