fbpx
Connect with us

Kriminal

Ikrar Haru Dua Perempuan Napi Terorisme Makassar yang Diboyong ke LPP Wonosari

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Dua narapidana terorisme yang menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Wonosari menyatakan ikrar setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen haru menyelimuti deradikalisasi yang dihadiri oleh sejumlah aparat penegak hukum dan keluarga para napiter ini.

Dua narapidana terorisme ini adalah Sobah Rahardjo Tjakraningrat dan Aulia Saleh yang masuk pada salah satu jaringan terorisme di Makassar beberapa waktu lalu. Deradikalisasi adalah upaya penegak hukum untuk menetralkan pemikiran napiter yang tidak sejalan dengan aturan aturan negara. Serta melepas biat dua orang ini kepada Abu Bakar Al Baghdadi dan kembali mengakui NKRI.

Satu persatu narapidana terorisme ini membacakan ikrar yang menyatakan kembali untuk cinta dan membangun NKRI. Kemudian pengucapan Pancasila, penghormatan kepada Bendera Merah Putih dan dilanjutkan dengan mencium bendera Merah Putih sebagai bentuk cinta tanah Air.

Berita Lainnya  Pulang Berobat, Sekeluarga Dicegat Begal Bersenjata Sabit dan Pistol

Momen haru sendiri begitu nampak dari awal hingga akhir, keluarga Sobah (napiter) hadir dan turut menyaksikan dekalarasi deradikalisasi ini. Usai semuanya selesai, Sobah nampak menangis dan memeluk ibu kandungnya yang hadir, pun demikian dengan kedua anaknya.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani mengatakan, Sobah dan Aulia Saleh merupakan terorisme jaringan JAD dari wilayah Makassar. Keduanya diamankan beberapa waktu lalu, untuk pembinaan terhadap keduanya kemudian dititipkan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta yang berada di Wonosari.

“Kami mendapat kiriman 2 napiter ini, mungkin saking banyaknya napiter kemudian dikirim ke beberapa lembaga permasyarakatan yang ada di daerah, salah satunya yang ada di Wonosari ini,” papar Gusti Ayu, Kamis (30/03/2023).

Berita Lainnya  Pura-pura Cari Belalang, Pencuri Jarah Uang Milik Petani

Dengan deradikalisasi ini diharapkan napiter ini kembali ke paham-paham dan setia dengan NKRI. Di Indonesia keyakinan yang dianut begitu banyak hendaknya harus disikapi dengan positif, bukan dengan secara radikal.

“Kami bersama dengan kepolisian, densus dan lembaga lainnya hanya ingin dan mengajak mereka (napiter) kembali ke pangkuan Indonesia setia dengan NKRI,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPP Kelas IIB Yogyakarta, Evu Loliancy mengatakan, dua napiter ini mendapatkan perlakukan dan assesment secara khusus. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Lapas bekerjasama dengan BNPT dan Densus untuk melakukan pembinaan dan assesment.

“Untuk napiter ini kan sifatnya khusus jadi dipisah dengan napi-napi lainnya. Karena ada assesment berbeda dan lebih mendetail,” ucap Evi.

Berita Lainnya  Tergiur Iming-iming Jadi Model, Gadis Belasan Tahun Ditipu Pria Asing

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler