fbpx
Connect with us

Kriminal

SD Negeri Sambeng II Dibobol, Pencuri Bawa Kabur Alat Elektronik Senilai Belasan Juta

Diterbitkan

pada tanggal

Ngawen,(pidjar.com)–Kasus pembobolan sekolah kembali terjadi di Gunungkidul. Kamis (08/08/2019) dinihari tadi, SD Negeri Sambeng II, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen dijarah pencuri. Dalam kejadian ini, pencuri berhasil membawa kabur sejumlah peralatan elektronik senilai belasan juta.

Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon menuturkan, kejadian pembobolan ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.20 WIB. Ketika itu, sang penjaga sekolah, Aang Setyo Nugroho, warga Padukuhan Sambeng I, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen hendak membuka dan membersihkan di sekolah. Sesampai di ruang kepala sekolah, Aang mulai curiga lantaran kondisi pintu kantor sudah dalam keadaan terbuka.

“Saksi semakin curiga karena melihat juga gembok pintu sudah tergeletak di lantai,” terang Kasiwon, Kamis siang.

Sadar ada yang tidak beres, sang penjaga kebun lantas melakukan pengecekan. Aang juga menelepon salah seorang guru honorer di lingkungan sekolah untuk ikut bersama-sama melakukan pengecekan. Sesampai di dalam ruangan kantor kepala sekolah dan ruang guru, mereka kaget lantaran kondisi di dalam sudah acak-acakan. Kemudian diketahui ketika dilakukan pengecekan di ruang penyimpanan barang, peralatan elektronik seperti laptop merk Advan, LCD merk Hitachi dan BenQ, serta printer Laserjet sudah tidak ada.

“Barang-barang yang hilang tersebut jika dihitung bernilai sekitar 15 juta rupiah,” terang Kasiwon.

Jajaran Polsek Ngawen yang mendapatkan laporan perihal pembobolan sekolah kemudian langsung menerjunkan personel untuk melakukan olah TKP. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata.

Berita Lainnya  Mencuri di Bekas Tempat Kerja Untuk Hidupi Anak Batita, Pemuda 22 Tahun Dibekuk Polisi

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari kepolisian, diduga pencuri masuk ke ruangan tersebut melalui pintu depan. Pencuri merusak gembok di pintu tersebut. Menurut Kasiwon, pencuri sendiri bisa leluasa melakukan aksinya lantaran sekolah dalam kondisi sepi. Di SD Negeri II Sambeng, memang tidak ada penjaga sekolah yang menginap di lingkungan sekolah. Pelaku diperkirakan beraksi pada tengah malam hingga subuh menunggu kondisi sepi. Hal ini lantaran di sekitar sekolah tersebut, biasanya banyak digunakan untuk ajang nongkrong anak muda setempat.

“Pengamanan di sekolah tersebut memang cukup minim. Ada sejumlah petunjuk yang sudah kita kantongi dalam kejadian ini, semoga saja bisa segera kita ungkap,” bebernya.

Atas kejadian ini, Kasiwon menghimbau kepada seluruh sekolah, khususnya yang berada di Kecamatan Ngawen agar meningkatkan penjagaan. Ia mengusulkan agar ada penambahan perangkat keamanan seperti CCTV terpasang di lingkungan sekolah, khususnya di lokasi di mana terdapat barang-barang berharga. Dengan adanya rekaman tersebut, nantinya bisa dijadikan petunjuk bagi kepolisian untuk melakukan penelusuran.

Berita Lainnya  Sempat Amankan 25 Orang Pasca Keributan di Pantai Selatan, Polisi Terus Buru Otak Kerusuhan

“Kalau ada bukti CCTV, akan lebih mudah bagi kami dalam melakukan penyelidikan,” pungkas Kasiwon.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler