Politik
Ingin Cari Pelaku Perusakan APK, Puluhan Pendukung Geruduk Rumah Suharno
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Adanya perusakan alat peraga kampanye (APK) secara massif yang terjadi belakangan ini semakin membuat konstelasi politik di Gunungkidul memanas. Bahkan jika tidak ada langkah antisipasi, dikhawatirkan hal ini bisa memicu konflik horizontal di kalangan masyarakat.
Terakhir, beberapa hari lalu, puluhan APK milik Suharno serta anaknya ditemukan rusak secara misterius. APK berupa baliho maupun rotek tersebut sobek serta tersiram cat. Dugaan adanya unsur kesengajaan memang kental dalam temuan APK rusak tersebut. Suharno pun juga telah melaporkan hal tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul.
Adanya dugaan perusakan secara sengaja terhadap APK milik Suharno tersebut membuat murka kalangan pendukung mantan Ketua DPRD Gunungkidul ini. Kamis (14/02/2019) malam tadi, puluhan pemuda perwakilan anggota Laskar Semut Hitam, mendatangi kediaman Suharno. Suasana sendiri memang sempat memanas lantaran para pemuda tersebut sempat bersikeras hendak mencari sendiri pelaku perusakan. Namun beruntung upaya tersebut berhasil dicegah dan pada akhirnya puluhan orang itu mengurungkan niatnya.
Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, tokoh Laskar Semut Hitam, Bardi CD mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir ini, pasca laporan adanya perusakan APK, anggota laskarnya memang diliputi amarah. Anggota laskar yang diklaim Bardi berjumlah hingga ribuan orang tersebut tidak terima dengan perusakan APK yang ia sebut seakan sengaja menyasar Suharno serta anaknya.
“Banyak anggota yang ingin mencari sendiri pelaku perusakan tersebut,” papar Bardi.

Lantaran desakan begitu deras, ia akhirnya berinisiatif untuk mengumpulkan perwakilan anggota laskar . Tindakan cepat terkait perkembangan situasi yang terjadi dirasanya sangat penting lantaran jika tidak ada koordinasi dikhawatirkan akan mengakibatkan bentrok massa.
Meski hanya sekedar APK, namun ia merasa bahwa perusakan ini adalah sebuah upaya penjegalan yang sistematis terhadap pencalonan Suharno maupun anaknya, Rian Eko Wibowo. Sehingga kemudian cukup wajar jika para anggota laskar yang memang terkenal militan merasa terusik.
“Saya sendiri juga tidak terima. Tapi kita ingin mendengarkan masukan dari Pak Harno untuk mengetahui langkah apa yang harus kami ambil,” ucap dia.
Selepas pertemuan yang dilakukan tersebut, didapatkan kesepakatan untuk menunggu langkah penyelidikan dari aparat hukum. Meski begitu, ia mengancam apabila nantinya tidak ada tindakan tegas, pihaknya akan mengambil langkah sendiri.
“Tadi Pak Harno sudah menginstruksikan kepada kami untuk cooling down dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada aparat hukum,” tegas dia.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Suharno langsung memerintahkan kepada para anggota laskarnya agar tidak membuat langkah-langkah sendiri. Ia menekankan kepada para pendukungnya untuk mengedepankan iklim politik yang kondusif di Gunungkidul.
Suharno sendiri menyatakan sepenuhnya percaya dengan kemampuan para penegak hukum untuk mengusut kasus ini. Pasalnya, dalam laporan yang dibuat, juga disertakan sejumlah bukti yang bisa dijadikan petunjuk bagi aparat dalam menemukan pelaku.
“Saya yakin pelakunya bisa ketemu,” beber dia.
Suharno juga tak menampik apabila kasus perusakan APK yang dialaminya sangat kental dengan provokasi. Hal ini lantaran meski ada pula banyak APK milik partai lain yang dirusak, APK miliknya seperti menjadi target serangan. Hampir sebagian besar APK miliknya rusak.
“Saya pasang (APK) tidak banyak, dan hampir semuanya rusak. Tapi sekarang sudah saya ganti semua,” beber dia.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa para anggota laskarnya dilarang keras untuk melakukan langkah sendiri.
“Kita itu tidak ngrusak sudah dituduh. Saya tegaskan kalau kami tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan hal semacam ini (perusakan APK),” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
