fbpx
Connect with us

Sosial

Inovasi Petani Muda, Manfaatkan Pekarangan Jadi Kebun Jagung dengan Hasil Istimewa

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dunia pertanian Gunungkidul ditangan petani muda nampaknya dapat lebih berkembang. Pasalnya, untuk menanam palawija, tak hanya tanah di ladang saja namun kini lahan pekaranganpun mereka sulap menjadi kebun jagung yang mampu menghasilkan puluhan kwintal jagung pipil per hektarnya.

Seperti yang dilakukan Suyanto (35) warga, Padukuhan Bleberan, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Ia bersama sejumlah warganya yang tergabung dalam kelompok tani Tegalsari sukses memanfaatkan belasan hektar lahan pekarangan menjadi kebun jagung.

“Kita poktan memang sudah dua tahun melakukan intensifikasi pekarangan dengan jagung hibrida secara monokultur. Hasilnya lumayan menambah pendapatan petani selain hasil utama dari lahan tegal atau sawah,” kata Suyanto, Selasa (02/06/2020).

Menjadi keuntungan bagi para petani, saat ini curah hujan diperkirakan masih akan terus turun. Sehingga pihaknya memperkirakan pada pertengahan Juni jagung di pekarangan mereka dapat di panen.

Berita Lainnya  Desa Beji Ngawen mendeklarasikan GERMAS, Wisata, dan Launching Rumah Desa Kampung KB

“Di dusun sini ada 150 kepala keluarga (KK) dengan luasan pekarangan yang ditanami jagung rata rata 1000 meter persegi bahkan ada yang sampai¬† luasan 2000 meter persegi. Sehingga dari lahan pekarangan warganya jika dijumlah mencapai kisaran 15 hektar luas tanam jagung hibrida khusus dari pekarangan rumah,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, dari data tahun 2020 Gunungkidul telah berhasil panen jagung dengan luas panen 47.258 hektar dan profitasnya mencapai  51,93 kuintal per hektar sehingga produksi jagung pada musim pertama mencapai 245.741,6 ton pipil kering dari hasil ubinan dinas.

“Untuk pertanaman jagung musim kedua mencapai 5.827 ha termasuk yang ditanam di Bleberan, kami berharap petani jagung bisa panen bagus karena curah hujan mendukung di musim tanam kedua ini,” kata Bambang.

Disinggung mengenai kegiatan pemuda tani di Bleberan, dirinya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya para petani muda yang aktif terjun di poktan mengembangkan usaha pertanian yang maju. Dirinya mengaku inovasi seperti ini dapat meningkatkan produktifitas dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Berita Lainnya  Hari Pers Nasional, Antara Jurnalisme Independen Dengan Jurnalisme Partisan

“Kemarin saat kunjungan saya mendapat info bahwa hasil panen padi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebab kemarin panen 20 karung gabah pada tahun lalu saat panen padi tahun ini mencapai 25 sak atau naik 5 sak dan saat ini masih tersimpan di rumah sebagai cadangan pangan setahun,” pungkas Bambang.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler