Pariwisata
Isu Potensi Tsunami Pengaruhi Kunjungan Wisata di Bumi Handayani
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hasil kajian sejumlah peneliti lintas institusi mengenai potensi gempa megathrust di laut selatan Pulau Jawa yang diprediksi yang dapat memicu tsunami dengan ketinggian 20 meter ternyata membuat jumlah kunjungan wisatawan anjlok. Perbandingan data dari Dinas Pariwisata Gunungkidul, jumlah pengunjung pada Jumat, Sabtu Minggu akhir September lalu dengan pekan awal Oktober ini mengalami penurunan hampir seribu pengunjung.
Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata Aris Sugiyantoro mengatakan, Minggu terakhir Bulan September, terdapat 14.095 wisatawan masuk ke kawasan Pantai Selatan. Namun demikian pada pekan pertama Bulan Oktober menurun, menjadi 13.373 wisatawan.
“Isu tsunami yang tidak dapat terbendung di sosial media memang sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan wisata,” jelas Aris, Senin (05/10/2020).
Jumlah pemasukannya pun juga mengalami penurunan, dari pekan terakhir September Rp. 175.000.000,- pekan ini menjadi Rp. 115.000.000,-. Menurutnya, jumlah pengunjung wisatawan di Gunungkidul sangat dipengaruhi dengan perkembangan pemberitaan.
“Kami selalu berusaha maksimal untuk menarik wisatawan masuk ke Bumi Handayani dengan penerapan Adaptasi Kebiasan Baru, tapi ada kabar mengenai tsunami 20 meter ini ternyata pengaruhnya cukup signifikan,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, target PAD dari sektor wisatawan menjadi Rp. 13,9 Miliar. Dari jumlah tersebut, pihaknya sudah mengumpulkan Rp. 9,8 Miliar.
“Kami optimis ya PAD pasca Pandemi ini dapat terpenuhi, meskipun kemarin ada isu tsunami namun kami rasa cuti akhir tahun pengganti libur lebaran akan menggenjot pendapatan,” papar Asti.
Sejauh ini, Asti memastikan kondisi wisata di Bumi Handayani bebas dari covid-19. Penerapan protokol kesehatan yang ketat dan juga sterilisasi setiap hari Senin membuat lokasi wisata aman dari ancaman virus.
“Kami juga terus berkoordinasi lintas sektoral dengan aparat penegak hukum dan Tim SAR untuk selalu menegur wisatawan yang tidak mengenakan masker,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
