fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jadi Biang Kerok Kegagalan Raih Adipura, TPAS Wukirsari Digelontor Program Khusus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Upaya pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menciptakan lingkungan bersih dan asri terus dilakukan. Selain mendorong masyarakat untuk terbiasa hidup sehat sehingga meningkatkan indeks kualitas hidup warga Gunungkidul, juga berkaitan dengan target Kabupaten Gunungkidul untuk meraih predikat Adipura pada tahun 2019 ini. Berbagai program terus menyasar kepada masyarakat dan sekolah agar ikut andil dalam menyukseskan cita-cita pemerintah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Agus Priyanto menuturkan, jajarannya terus berusaha maksimal dalam menggandeng masyarakat dan sejumlah instansi lainnya dalam menciptakan kondisi daerah yang bersih dan nyaman. Tahun ini, pemkab sendiri menargetkan predikat Adipura dapat diraih. Segala macam evaluasi di tahun 2018 yang menggugurkan Gunungkidul meraih predikat tersebut telah dilakukan pembenahan.

“Sudah kami upayakan pembenahan dan pemaksimalan fungsi dari segala elemen yang ada. Tahun lalu memang belum bisa meraih Adipura karena ada beberapa evaluasi,” kata Agus Priyanto (25/04/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, salah satu evaluasi besar dan kemudian langsung ditindaklanjuti adalah pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPAS) Wukirsari yang dianggap belum optimal dan belum memanfaatkan teknologi yang ada. Maka dari itu, agar tidak ada kegagalan kembali dari dinas langsung berusaha semaksimal mungkin dalam menentukan terobosan.

Berita Lainnya  TMMD Sengkuyung Tahap III, Desa Girisekar Diguyur Anggaran 300 Juta

Untuk TPAS Wukirsari sendiri, program yang diterapkan adalah digunakannya teknologi Sanitary Landfill. Metode ini yakni mengubah sampah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. Selain itu, pemecahan lainnya yang dilakukan oleh pemkab yakni dengan mendorong masyarakat agar mampu melakukan pengolahan sampah secara mandiri.

“Saat penilaian tahun lalu memang ada beberapa evaluasi yang menitik beratkan pada TPAS Wukirsari, kebetulan kemarin ditemukan sampah dalam kondisi terbuka dan tidak tertimbun, sehingga menimbulkan bau,” tambahnya.

Dari DLH sendiri juga terus menggalakan dan mengapresiasi kelompok atau jaringan yang melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Bank-bank sampah dan kelompok yang mulai berinisiatif mendaur ulang pun juga terus diberikan motivasi oleh pemerintah.

“Partisipasi semua lini sangat penting. Bukan cuma untuk meraih predikat ini saja, akan tetapi menjaga dan berusaha melakukan langkah lebih maju memang sangat dibutuhkan,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup, Mujiyana mengatakan jika segala upaya peningkatan kapasitas dan pembenahan telah dilakukan oleh dinas dan masyarakat. Diharapkan dengan semangat dan upaya ini, mampu membuat Kabupaten Gunungkidul meraih predikat Adipura. Selain perbaikan TPAS di Wukirsari, pihaknya juga melakukan pendekatan pada sekolah-sekolah yang berkomitmen untuk bebas plastik.

“Sudah jauh lebih baik, mudah-mudahan bisa membawa Gunungkidul meraih predikat ini. Untuk penilaian di tahun 2019 ini kami masih menunggu informasi dari provinsi,” ucap dia.

Menurutnya, dampak jika Kabupaten Gunungkidul meraih predikat Adipura cukup panjang. Salah satunya juga berkaitan dengan cita-cita pemerintah dan masyarakat mengenai menjadi daerah tujuan wisata. Jika ada jaminan dan pengakuan dari pemerintah pusat Gunungkidul adalah daerah yang bersih dan asri, tentu tingkat kepercayaan wisatawan baik lokal maupun mancanegara jauh lebih tinggi kembali.

Berita Lainnya  Dua Siswa Dinyatakan Tak Lulus , Gunungkidul Kembali Tempati Peringkat Terbawah Hasil UN SMP

“Efeknya ini sangat besar, jadi terus diupayakan semaksimal mungkin. Biar Gunungkidul selangkah lebih maju kembali, tentu kesejahteraan masyarakat juga akan berubah,” tambahnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler