fbpx
Connect with us

Sosial

Jadi Jalur Wisata Tersibuk, Pengguna Jalan Baron Dihantui Puluhan Lubang Menganga

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Saat ini, Jalan Baron menjadi salah satu jalur vital di Gunungkidul. Selain sebagai jalan utama penghubung masyarakat dari wilayah selatan yang hendak pergi ke pusat kota, Jalan Baron juga merupakan jalur utama pariwisata. Tak heran jika terutama ketika musim liburan jalur ini sangat padat oleh kendaraan.

Namun sayang, ramainya kawasan ini tidak diimbangi dengan kondisi jalan yang mumpuni. Sudah lama jalan berstatus jalan provinsi tersebut dibiarkan rusak dengan kondisi bergelombang hingga tak sedikit yang berlubang. Dikhawatirkan, jika dibiarkan terus menerus, kondisi jalan menjadi semakin tidak layak dan membahayakan pengendara.

Berdasarkan penelurusan wartawan pidjar.com, sepanjang Jalan Baron dari KM 1 hingga KM 7 tepatnya hingga Pertigaan Mulo, didapati sebanyak 48 lubang kecil dan 10 lubang besar dengan kedalaman kurang lebih 5 cm. Jumlah tersebut tentu menjadi lebih banyak apabila tidak ada tambalan jalan mandiri yang dikerjakan oleh warga sekitar.

Kekhawatiran akan bahaya bagi pengendara pun sudah bukan menjadi wacana belaka. Baru-baru ini lubang menganga di depan Rusunawa Karangrejek telah memakan korban. Dalam satu malam, dua pengendara motor terjatuh dan mengalami luka akibat lubang-lubang di kawasan tersebut yang cukup dalam.

Berita Lainnya  Nyebrang Jalan, Bocah 4 Tahun Tertabrak Motor

Seperti diungkapkan oleh Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Karangrejek, Wakidi. Sudah cukup lama jalan vital di wilayahnya tersebut diperhatikan pemerintah. Ia mencatat, tahun 2013 menjadi waktu terakhir Jalan Baron mendapatkan perbaikan. Pada akhir tahun 2016 ada pembangunan jalan namun hanya sebatas pelebaran jalan sepanjang 100 meter dengan lebar kanan kiri sekitar 1 meter. Melihat dari data tersebut, diketahui bahwa sudah 5 tahun lamanya jalan tersibuk di Wonosari tersebut dibiarkan rusak.

Wakidi menyatakan, kondisi Jalan Baron yang rusak parah tersebut membuat pihaknya mendapatkan banyak komplain dari masyarakat. Sebenarnya keluhan ini sudah ditindaklanjuti dengan mengajukan proposal pembangunan Jalan Baron termasuk persoalan drainasenya ke DPU Provinsi, namun hingga kini tak pernah mendapatkan jawaban.

“Kami sudah ajukan proposal bahkan tiap tahun tapi belum ada tanggapan. Karena jalan itu kan kategori jalan provinsi, kami hanya sebatas melaporkan saja,” ungkapnya, Rabu (21/02/2018) pagi tadi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Karangrejek, Utami menambahkan, lantaran tak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah, selama ini beberapa jalan berlubang di sepanjang Jalan Baron tersebut ditambal sendiri oleh warga atas inisiatif mandiri. Meski bukan menggunakan aspal, namun dengan adanya penambalan warga tersebut diakui Utami cukup membantu orang-orang yang melintas berkendara lebih aman dan nyaman. Ia mengakui bahwa semakin hari, lubang-lubang yang ada semakin banyak dan semakin parah.

Berita Lainnya  Wacana Sertifikasi Pasangan Calon Pengantin Diyakini Mampu Tekan Angka Perceraian di Gunungkidul

“Apalagi kalau hujan, bisa lebih berbahaya lagi. Soalnya lubang-lubang itu tertutup air jadi nggak kelihatan,” ujarnya.

Mengingat Jalan Baron yang masuk Desa Karangrejek tersebut merupakan jalur wisata yang paling sibuk untuk menuju lokasi wisata pantai, tentunya Utami memiliki harapan kepada pemerintah provinsi untuk segera diperbaiki dengan kualitas aspal yang baik. Meski diakui Utami, cepatnya jalan tersebut bergelombang kemungkinan karena struktur tanah dan beban jalan yang berat, namun dengan adanya kualitas aspal yang baik bisa membantu agar lebih tahan lama.

“Kalau nggak juga diperbaiki meski selalu ada pengajuan, mungkin ada jalan lain yang lebih parah lebih diprioritaskan,” sindirnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler