fbpx
Connect with us

Sosial

Jalur Tol Trans Jawa Difungsikan Penuh, Jumlah Pemudik Yang Gunakan Mobil Pribadi Meningkat

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Jumlah pemudik yang pulang Gunungkidul saat libur lebaran beberapa waktu lalu mengalami penurunan. Berdasarkan data yang masuk ke Dinas Perhubungan, jumlah kendaraan yang masuk ke bumi handayani pada saat arus mudik menurun sebanyak 12,93% dibandingkan momen yang sama pada tahun 2018 silam. Sebanyak ratusan ribu kendaraan berbagai jenis masuk ke bumi handayani via Jalan Jogja-Wonosari.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan jika memang terdapat penurunan kendaraan pribadi yang masuk ke Gunungkidul selama lebaran kemarin. Namun penurunan yang terjadi tersebut menurut Bayu adalah berdasarkan perhitungan kendaraan yang masuk melalui pintu barat Jalan Wonosari-Jogja. Sedangkan untuk jalur timur, dinas tidak melakukan penghitungan.

“Pada tahun-tahun sebelumnya memang penghitungan hanya kita lakukan dari arah pintu barat,” ujar Bayu, Kamis (13/06/2019) siang.

Menurut Bayu, pada arus mudik tahun 2019 ini, diperkirakan kendaraan yang masuk dari pintu timur yaitu melewati Kecamatan Semin cukup banyak. Hal ini lantaran mulai beroperasinya Tol Kartosuro. Jalur tol ini banyak diminati oleh pemudik yang memilih untuk melewati jalur tol sehingga kemungkinan besar, ada jumlah kendaraan yang signifikan yang masuk melalui jalur tersebut.

“Kemungkinan tahun depan akan kami lakukan penghitungan dari arah timur agar nantinya penghitungan bisa lebih tepat,” bebernya.

Adapun perhitungan arus kendaraan masuk ke Gunungkidul yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Gunungkidul dilakukan selama 7 hari sebelum hari H lebaran. Sedangkan untuk perhitungan setelah hari H, dinas tidak melakukan lantaran sudah menjadi kewenangan Pemda DIY.

Pada tahun 2019 ini, total terdapat 175.989 unit kendaraan yang masuk dari pintu gerbang bagian barat Gunungkidul. Jumlah ini sendiri mengalami penurunan sebanyak 12,93% jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Selama 7 hari dilakukan perhitungan, jumlah kendaraan yang masuk setiap harinya relatif stabil di angka 17.000an kendaraan. H-2 menjadi hari paling sibuk di mana total ada 18.991 kendaraan yang masuk ke Gunungkidul.

“Pada arus mudik tahun 2018 lalu, total kendaraan yang masuk ke Gunungkidul melalui pintu barat adalah sebanyak 198.739 unit,” urainya.

Untuk arus mudik kali ini, sepeda motor masih mendominasi dengan 117.455 unit. Sementara untuk mobil pribadi berada di urutan kedua dengan jumlah total 46.067 unit mobil pribadi. Walaupun masih dominan, akan tetapi terdapat penurunan yang signifikan terkait pemudik yang menggunakan motor pada tahun 2019 ini. Pada tahun 2018 lalu, jumlah sepeda motor yang masuk ke Gunungkidul mencapai 139.311 unit kendaraan. Kenaikan justru terjadi pada pemudik yang menggunakan mobil pribadi di mana pada tahun sebelumnya jumlahnya hanyalah 45.684 unit.

“Kendaraan yang masuk didominasi plat luar daerah seperti Jakarta dan lainnya. Kalau dari H-7 sampai H-1 itu diperkirakan kendaraan yang masuk milik pemudik, untuk wisatawan jumlahnya hanya kecil,” tambah dia.

Tidak hanya itu, untuk angkutan umum sendiri yang masuk ke Gunungkidul mencapai 1840 unit kendaraan dengan jumlah penumpang 5975 orang penumpang. Sementara untuk mobil jenis pick up dan beberapa kendaraan lain yang mencapai lebih dari 6000 unit kendaraan yang masuk.

Terkait hasil penghitungan ini, Dinas Perhubungan akan melakukan analisis dan kajian terhadap data yang masuk tersebut. Dengan adanya analisis, nantinya akan bisa dirumuskan berbagai kebijakan pada arus mudik tahun mendatang sehingga arus lalu lintas bisa lebih lancar dan pemudik bisa lebih nyaman pulang ke kampung halaman. Pada tahun 2019 ini, adanya penurunan jumlah kendaraan menjadi penyebab kemacetan yang terjadi bisa terurai dengan cepat.

“Tentu akan ada sejumlah evaluasi dari kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko beberapa waktu lalu mengatakan jika kepadatan arus lalu lintas di Gunungkidul tahun dapat dipecah lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini lantaran dalam rekayasa lalu lintas yang diterapkan beberapa jalur dioptimalkan salah satunya yakni JJLS. Sehingga kepadatan arus lalu lintas di jalan Jogja-Wonosari dapat dipecah lebih singkat 1 jam dibandingkan dengan sebelumnya.

“Jika biasanya jam 23.00 WIB terurai kemarin pukul 21.30 sampai 22.00 WIB sudah bisa terurai. Jadi kami terapkan untuk wisatawan yang hendak ke Jogja lewatnya JJLS, sehingga di jalan Jogja Wonosari tidak ada penumpukan kendaraan yang dipengaruhi oleh wisatawan maupun pemudik yang hendak balik ke daerah rantau,” ujarnya.

Kabag Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya, Sekeretariat Daerah Gunungkidul, Elvita Dewi Wahid menambahkan, selama libur lebaran dengan jumlah pemudik yang masuk ke Gunungkidul ternyata juga berdampak pada kunjungan wisatawan naik signifikan dibadingkan dengan hari-hari biasa. Kunjungan wisatawan sendiri selama beberapa hari mencapai 225.874 pengunjung dengan pendapatan asli daerah yang diraup oleh pemkab mencapai 1.783.890.800. Data tersebut diambil dari Dinas Pariwisata Gunungkidul.

Jika satu orang pengunjung mengeluarkan uang 100 ribu, tentu peredaran uang di kawasan wisata lumayan besar. Belum lagi peredaran uang di tempat-tempat keramaian lainnya, pusat perbelanjaan, pasar, toko emas, dan lainnya.

Kendati demikian perputaran uang selama libur lebaran ini masih belum bisa dikalkulasikan oleh jajaran pemkab Gunungkidul. Hal ini lantaran terdapat metode khusus yang harus diterapkan dan dilakukan analisis mendalam. Namun jika hitung-hitungan awam, Sekretaris Daerah Gunungkidul beberapa waktu lalu mendapat laporan dari Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) jika dari anggota rantau ini saja mencapai 10 miliar sendiri.

“Belum ada hitungan secara resmi karena ada metodenya sendiri yang harus digunakan,” ujar dia.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler