Pemerintahan
Jadi Sektor Unggulan, Pemerintah Maksimalkan Potensi Pertanian Gunungkidul
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pertanian menjadi salah satu sektor pembangunan prioritas pada tahun 2023 ini. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya agar produksi hasil pertanian di Gunungkidul terus meningkat.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan sekitar 70% penduduk Gunungkidul berprofesi sebagai petani. Hal itu menunjukkan bagaimana pentingnya penguatan di sektor pertanian sebagai sumber perekonomian warga dan daerah. Penguatan di sektor pertanian yang tengah diupayakan yakni penyaluran air ke lahan pertanian serta menjamin ketersediaan pupuk bagi petani.
“Kalau kebutuhan pipanisasi untuk mengalirkan air bisa komunikasi dan mengajukan ke Pemda, selanjutnya kita perjuangkan bersama,” ucapnya saat menghadiri peresmian sumur irigasi di Padukuhan Gedong, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong.
Dijelaskannya, salah satu sektor yang menjadi kekuatan Gunungkidul ialah pertanian. Menururtnya, petani memiliki peran yang vital dalam keberlangsungan kehidupan khususnya dalam ketahanan pangan. Sehingga Pemerintah Daerah berkewajiban menguatkan sektor pertanian.
“Pemerintah Daerah mendorong pertanian agar juga menguatkan perekonomian warga, harus ada dukungan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menyebut jika kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di Gunungkidul pada tahun ini aman. Dari perhitungan yang dilakukan, kebutuhan pupuk subsidi di Gunungkidul mencapai sekitar 30 ribu ton. Kebutuhan tersebut sudah terakomodir dengan alokasi pupuk subsidi di Gunungkidul pada tahun 2023 ini yang mencapai 35 ribu ton. Sehingga ia berharap agar petani dapat memanfaatkan besarnya alokasi pupuk subsidi di Gunungkidul tahun ini.
“Serapan tahun kemarin masih sisa 10% persen. Nah ini adanya peningkatan alokasi harus dimanfaatkan petani,” terang Rismiyadi.
Dijelaskannya, ketika terdapat petani yang kesulitan menebus pupuk bersubsidi diharapkan agar segera melaporkan petugas terkait. Menurutnya, kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi dapat disebabkan berbagai faktor. Salah satunya ialah kurangnya komunikasi sehingga permintaan dengan stok yang tidak seimbang di lapangan.
“Ada lima pihak yang terlibat dalam pupuk bersubsidi ini. Pertama pemerintah, kedua produsen, ketiga distributor, keempat kios pengecer lengkap, dan kelima ialah petani. Semua itu harus saling berkomunikasi agar pupuk tersalurkan dengan baik,” pungkasnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
