Politik
Jadi Sumber Kegaduhan Tak Penting, PKS Tugaskan Kader Jadi Agen Anti Hoaks
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembangunan masyarakat dan daerah melalui literasi merupakan hal yang begitu penting saat ini. Terlebih, masih banyak sekali ditemukan permasalahan sosial di Gunungkidul yang perlu diselesaikan. Semakin maraknya penggunaan media sosial membuat potensi permasalahan sosial yang timbul sendiri semakin besar. Sejak beberapa waktu terakhir ini, sangat banyak hoaks yang bertebaran di berbagai macam platform media sosial. Tak jarang, kegaduhan-kegaduhan yang terjadi akibat maraknya kabar hoak ini menjadi permasalahan baru yang cukup menguras energi dalam penyelesaiannya.
Maraknya kabar hoax yang berterbaran ini merupakan salah satu indikasi minimnya kualitas sumber daya manusia yang ada. Sehingga kemudian diperlukan sebuah gerakan guna menangkal kabar-kabar hoax yang baik sengaja maupun tidak sengaja dihembuskan oleh berbagai macam pihak. Salah satu solusi dalam rangka mereduksi permasalahan sosial semacam ini peningkatan sumber daya alam melalui gerakan literasi dalam pembangunan Gunungkidul.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Gunungkidul, Arif Wibawa, latar belakang pihaknya menginisiasi gerakan literasi semacam ini adalah masih banyaknya persoalan sosial yang perlu diselesaikan. Diantaranya adalah angka gantung diri yang tinggi, kemiskinan, perceraian dan lainnya. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat diselesaikan salah satunya dengan meningkatkan tingkat literasi masyarakat yang berimbas pada peningkatan SDM. Gerakan literasi tersebut berkolaborasi dengan berbagai pihak, selain DPD PKS Gunungkidul, juga ada Do Library, Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul, serta pegiat-pegiat literasi dari berbagai penjuru di Gunungkidul.
“Problematika Gunungkidul itu kuat biasa, kita itu sebagai suatu entitas berusaha ikut membantu. Kita mencoba dari hal sederhana yang kita bisa. Termasuk juga karena sekarang era digital medsos begitu menjamur dan salah satu pintu masuk problematika itu justru karena sampah medsos itu sendiri. Oleh karena itu kegiatan ini kita selenggarakan dengan menggandeng elemen-elemen yang peduli terkait literasi,” ucapnya.
Gerakan literasi yang akan dilakukan sudah sejalan dengan kegiatan yang dilakukan PKS selama ini. Dengan meningkatkan gerakan literasi menurutnya dapat masuk ke elemen masyarakat yang paling bawah. Selain itu, gerakan literasi tersebut salah satu terobosan PKS untuk memaksimalkan segmen pemuda milenial yang tertarik di sektor literasi.

“PKS selama ini kan identiknya partai yang terpelajar, ya jangan kemudian larut dengan menara gading itu tapi bagaimana kemudian ide-ide itu bisa lebih dimasifkan. Saya rasa itu kerja-kerja literasi yang besar dan tidak bisa digarap PKS sendirian,” sambung Arif.

Menurutnya, tantangan pegiat literasi era sekarang begitu kompleks. Salah satunya ialah maraknya pembajakan karya yang tentunya dapat merugikan pekerja literasi. Selain itu, seringkali pegiat literasi semakin terpinggirkan dengan rendahnya tingkat literasi di masyarakat.
“Potensi literasi di Gunungkidul itu besar, tapi kami ingin mengangkatnya sesuai dengan segmen yang ada. Kita ingin menjadi partai yang kuat dari sisi literasinya. Itu kenapa kami juga mengundang teman-teman pegiat literasi itu juga jadi bagian agar dapat mengawal PKS juga agar semakin kokoh literasinya,” jelas dia.
Arif menambahkan, gerakan literasi yang sudah diinisiasi oleh PKS akan berlanjut hingga berhasil meningkatkan literasi yang nantinya berdampak pada pembangunan daerah Gunungkidul.
“Dan ini kegiatan yang tidak berhenti disini, nanti akan kita lanjutkan terus agar karya-karya kader PKS bisa mewarnai dan bersaing dengan lainnya,” papar Arif.
Ia menambahkan, dengan gerakan semacam ini, pihaknya juga ingin menghindarkan kader-kader PKS dalam penyebaran kabar hoaks di masyarakat. Peningkatan kapasitas serta pengetahuan menjadi modal penting bagi seluruh kader dalam menyikapi sebuah kabar. Caranya adalah dengan selalu kroscek ketika membaca sebuah informasi, serta berhati-hati dalam penyebarannya. Ia juga meminta semua kader untuk aktif memberikan informasi kepada masyarakat, manakala ada kabar hoax yang beredar.
“Kita berikan tanggung jawab kepada seluruh kader PKS untuk bisa menjadi agen anti hoaks di masyarakat,” tutup dia.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
