fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jadi Syarat Kegiatan Masyarakat, Capaian Vaksin Booster Gunungkidul Masih Terendah di DIY

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari, (pidjar.com)–Pemerintah Pusat mengeluarkan aturan baru dalam syarat perjalanan dalam masa pasca pandemi. Masyarakat yang melakukan perjalanan diwajibkan untuk telah melaksanakan dosis booster vaksin covid-19 pada bulan Juli ini. Selain itu, vaksin booster juga menjadi syarat dalam aktivitas di pusat perbelanjaan, perkantoran hingga kegiatan publik.

Namun demikian, capaian vaksin booster di Gunungkidul sendiri saat ini masih terbilang rendah. Hal ini menjadi pekerjaan tersendiri untuk meningkatkan capaian vaksin booster di Gunungkidul agar persyaratan dari pusat ini ke depan tidak menjadi masalah untuk aktifitas masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan jika rendahnya capaian vaksin booster di Gunungkidul lantaran ditemukannya sejumlah kendala. Salah satu yang paling krusial adalah rendahnya kesadaran masyarakat. Tak heran apabila partisipasi masyarakat menurun dalam beberapa kegiatan vaksinasi yang digelar beberapa waktu belakangan ini.

Berita Lainnya  Baru Rampung Sudah Rusak, Perbaikan Jembatan Anyar Senilai 9 Miliar Diawasi Ketat

“Capaian booster di Gunungkidul menurut data baru mendekati 30%, angka ini menjadi terendah di DIY,” ucapnya, Rabu (13/07/2022).

Selain itu, kendala lainnya yang dihadapi ialah kondisi geografis di Gunungkidul yang cukup luas. Sehingga pihaknya memerlukan dukungan banyak pihak untuk kembali menggencarkan vaksinasi COVID-19. Menurutnya, upaya menggenjot capaian vaksinasi ini harus dibarengi oleh fasilitasi pemerintah kapanewon hingga kalurahan. Sementara pihaknya mengarahkan seluruh fasilitas kesehatan agar rutin melayani vaksinasi.

“Kami upayakan terus untuk peningkatan vaksinasi, termasuk berkoordinasi dengan pemangku di setiap wilayah. Kami juga menyediakan layanan vaksinasi setiap hari kamis,” jelas Dewi.

Sementara untuk penyebaran covid19 di Gunungkidul sendiri sejak beberapa bulan ini memang melandai. Tercatat hanya 1 hingga 2 kasus baru saja yang ditemukan. Bahkan, sebagian besar laporan harian sendiri mencatatkan angka nol penularan.

Berita Lainnya  Pembahasan Perda Lolos di Menit Terakhir, Pondok Pesantren Akhirnya Bisa Segera Dibiayai Pemkab

Saat ini, hanya ada 4 kasus aktif saja yang terjadi di Gunungkidul. Dua diantaranya merupakan merupakan penambahan baru yang terjadi pada 12 Juli 2022 kemarin. Sebaran kasus aktif sendiri hanya berada di 2 kapanewon, yaitu Kapanewon Wonosari dengan 3 kasus dan Kapanewon Ponjong dengan 1 kasus.

“Untuk 16 kapanewon lainnya sudah mencatatkan nol kasus aktif,” lanjut dia.

Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian vaksin booster di Gunungkidul ialah dengan bekerjasama dengan instansi lain seperti Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DIY.

Perwakilan BINDA DIY untuk Gunungkidul, Eko Susilo menyampaikan pihaknya masih terus berupaya meningkatkan capaian vaksin dengan menyasar wilayah yang masih memiliki capaian yang rendah. Pihaknya juga menentukan target agar mempercepat transisi dari pandemi menuju endemi virus covid19.

Berita Lainnya  Genjot Lama Tinggal Wisatawan, Gunungkidul Akan Kembangkan Wisata Malam

“Bulan Agustus mendatang sudah ditargetkan capaian vaksin booster mencapai 50%,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler