fbpx
Connect with us

Pariwisata

Blogger dan Konten Kreator Kondang Latih Pengelola Obyek Wisata Lokal Kembangkan Media Sosial

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pariwisata Gunungkidul menggelar pelatihan digitalisasi pemasaran berupa branding, pemasaran dan penjualan. Pelatihan digitalisasi sendiri menjadi sangat penting agar pelaku wisata di Kabupaten Gunungkidul lebih melek akan teknologi yang semakin canggih, sehingga pemasaran dapat dilakukan secara digital dengan cakupan yang lebih luas.

Hal ini dilatarbelakangi karena 2 tahun terakhir ini, dunia pariwisata dihantam pandemi yang mengakibatkan banyak pelaku wisata dan usaha seolah tiarap bahkan tak jarang yang gulung tikar. Saat ini, dengan diterapkannya kebijakan pelonggaran dan mulai menurunnya level PPKM oleh pemerintah menjadi momentum pariwisata untuk bangkit dan berbenah ke arah yang lebih modern.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan, saat ini promosi dan pemasaran serta branding harus dioptimalkan secara digital. Pemasaran dan branding digital ini memang bukan hal yang sepele. Memerlukan skill, strategi dan perencanaan yang baik dan matang supaya promosi dapat berjalan efektif dan efisien sehingga berdampak pada sektor usaha yang bersangkutan.

Berita Lainnya  Tak Boleh Mudik, PNS Tak Bisa Ambil Cuti Usai Lebaran

Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola medsos untuk desa wisata dan destinasi wisata agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata.

“Dengan pelatihan ini, pelaku wisata mendapatkan wawasan yang lebih. Selain itu juga semakin kreatif dan inovatif,” ucap Arif Aldian, Selasa (12/07/2022) dalam acara pelatihan ini.

Adapun pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari pengelola akun sosial media desa wisata serta pengelola medsos destinasi pariwisata Gunungkidul. Desa wisata dipilih sebagai sasaran pelatihan karena di dalam desa wisata terdapat potensi destinasi wisata serta berbagai jenis usaha jasa pariwisata seperi homestay, kuliner, souvenir dan fotografi.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, usai pelatihan ini peserta dapat mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital, tahapan pengembangan pemasaran digital, pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital serta dapat membuat konten promosi yang menarik.

Berita Lainnya  Tepis Kekhawatiran, Wakil Bupati Yakini Pembangunan Bandara Anyar Tetap Berdampak Baik Untuk Gunungkidul

“Era yang semakin canggih ini harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni,” paparnya.

Dinas Pariwisata Gunungkidul sendiri terlihat sangat serius dalam melatih para pelaku wisata agar melek teknologi. Sejumlah narasumber kondang dan capable diundang untuk memberikan materi pelatihan kepada para peserta. Diantaranya adalah Nofria Doni Fitri dosen STSRD VISI yang juga aktif mengikuti lomba foto dan pameran di tingkat nasional maupun internasional; Iqbal Aji Daryono penulis buku dan pembuat konten; dan kemudian Agus Mulyadi, blogger,penulis, digital storyteller, redaktur Mojok.co.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Dinas Pariwisata Gunungkidul, Emy Nur Aini menambahkan, secara menyeluruh, materi yang diberikan sendiri berkaitan dengan Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisataan Daerah untuk Pemasaran Pariwisata Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pemasaran Digital dalam Memajukan Pariwisata Berdaya Saing; Tahapan Pengembangan Pemasaran Digital; Fotografi untuk Promosi Digital; Bahasa Promosi yang Efektif dalam Promosi Digital; Evaluasi terhadap Praktik Pemasaran Digital yang Telah Dilakukan oleh Peserta Pelatihan dan Praktik/Latihan Pemasaran Digital dalam Pariwisata.

Berita Lainnya  Meski Berat, Dinas Pariwisata Optimis Akan Naiknya Pendapatan Asli Daerah

“Kami harapkan pelatihan ini akan memperkuat promosi melalui media digital yang beberapa waktu yang lalu dilaksanakan di desa wisata, yaitu desa wisata dapat melakukan promosi melalui media digital secara mandiri, mampu memproduksi konten-konten yang kreatif dan menarik. Dan yang lebin penting lagi, konten-konten tersebut mampu menarik dan meningkatkan kunjungan wisata di desa wisata dan di destinasi wisata Kabupaten Gunungkidul,” jelas Emy.

Dengan digunakannya media sosial dan digitalisasi yang ada, kunjungan wisatawan juga diharapkan meningkat dan cakupan asal wisatawan juga lebih beragam. Bahkan diharapkan dengan pelatihan ini, nantinya para pelaku pemasaran obyek wisata lokal bisa sampai menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Gunungkidul.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler