fbpx
Connect with us

Hukum

Jaksa Masuk Sekolah, Program Kejaksaan Cegah Perilaku Korup Sejak Dini

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kejaksaan Negeri Gunungkidul tahun ini kembali melaksanakan Program Jaksa Masuk Sekolah. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan edukasi tentang hukum, salah satunya adalah berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Dengan demikian, diharapakan generasi muda ini tidak akan melakukan praktik-praktik korupsi di organisasi ataupun instansi saat mereka bekerja.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Indra Sargahi mengatakan Jaksa Masuk Sekolah (JKS) merupakan program sejak beberapa waktu silam. Siswa SMP dan SMA selama ini menjadi target penguatan hukum dasar dan terkait korupsi. Namun baru-baru ini Kejaksaan juga menyasar mahasiswa di Universitas Gunungkidul.

“Agar mereka melek akan hukum. Sehingga paham mengenai hukum dan bisa terhindar dari jeratan hukum,” terang Indra Saragih, Selasa (13/04/2021).

Program ini akan terus dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul untuk membentuk generasi sadar hukum dan menghindari praktik-praktik yang sekiranya melanggar hukum.

Selain program JMS, Kejaksaan juga memiliki program pendampingan kepada Pemerintah Kalurahan dalam perencanaan dan penggunaan dana yang dikelola oleh kalurahan. Pendampingan dan penyuluhan tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi tindak pidana korupsi di kalangan pemerintah kalurahan.

“Iya kita juga ada pendampingan ke kalurahan (Jaksa Masuk Desa) karena selama ini kan ya ada beberapa to yang terjerat kasus karena pemanfaatan anggaran yang tidak sesuai,” imbuh dia.

Berkaitan dengan kasus di tingkat Kalurahan ini pihaknya selama beberapa tahun sudah menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana korupsi.

“Pendampingan dan pengawasan ini sangat perlu dilakukan, sumber daya manusia di Kalurahan kan beragam jadi perlu pendampingan agar tidak terjadi tindak pidana,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler