Connect with us

Sosial

Jelang Idul Adha di Masa Pandemi, Peternak Keluhkan Alami Omset Terendah Sepanjang Sejarah

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lesunya perekonomian karena pandemi berdampak pada berbagai sektor. Salah satu yang cukup terpukul adalah sektor peternakan yang mengalami penjualan jelang Idul Adha paling rendah sepanjang sejarah. Sejumlah pedagang hewan mengeluhkan penjualan hewan qurban di masa pandemi yang mengalami penurunan yang cukup drastis. Padahal, semestinya menjelang Idul Adha seperti saat ini para peternak dan penjual kambing yang meraup untung.

Peternak sekaligus penjual kambing asal Padukuhan Wareng, Kalurahan Semanu, Kepanewonan Semanu Sagiman (45) mengaku, tahun ini merupakan penjualan terburuknya selama beternak. Biasanya menjelang hari raya kurban, sudah banyak orderan yang masuk kepadanya. Sebagian besar kambing ia jual ke Jakarta.

“Ya karena banyak yang tidak bisa berkurban, makanya penjualan menurun drastis,” ucap Sagiman, Sabtu (18/07/2020).

Beruntung, tahun ini masih bisa menembus pasar di Cibitung, Bekasi. Pelanggan yang memesan sendiri sebagian besar merupakan perusahaan-perusahaan yang membeli kurban untuk dibagi-bagikan.

Berita Lainnya  Disambut Gegap Gempita Sepulang Dari Jakarta, Sugeng Selesaikan Perjalanan Sebarkan Virus Pemilu Damai

“Tapi alhamdulillah saya bisa masuk di Bekasi Cibitung kerjasama dengan karang taruna di sana. Dan saya bisa masuk bisa di lapak sana. Mudah-mudahan saya dari Wonosari ini sampai di Bekasi nggak ada halangan suatu apapun,” imbuh Sagiman.

Ia berharap wabah pandemi di seluruh Indonesia segera hilang sehingga kondisinya bisa pulih seperti tahun-tahun yang lalu. Sebab dengan adanya wabah covid19 ini, permintaan hewan qurban mengalami penurunan hingga 50 %.

“Tahun sebelumnya biasa mengirim 150 ekor ke Jakarta dan sekitarnya, tahun ini hanya mengirim 100 ekor,” kata Sagiman.

Meski bisa mengirim 100 ekor kambing di mana penurunan yang terjadi hanya 50 ekor dibandingkan dengan hari biasa, namun ia mengaku keuntungannya juga jauh berukurang. Harganya pun ia jual berbeda.

Berita Lainnya  Janji Yusuf Mansur Yang Tak Pernah Terwujud, Motivasi Pelajar Tuna Netra Ini Hafalkan Al Quran

“Lha ngirim 100 sama 150 ekor itu ongkosnya sama,”keluhnya.

Saat ini kondisi di daerah langganannya belum membaik. Di mana masih banyak perusahaan-perusahaan dan selama ini menjadi langganannya yang tutup di mana karyawannya diliburkan.

Padahal, PT atau perusahaan-perusahaan di Jakarta dan sekitarnya memang menjadi langganan terbesar dirinya selama ini. Karena perusahaan tutup, maka banyak yang tidak menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban.

“Keadaan di sana yang ada PTnya yang tutup langganan saya. Kalau perorangan cuma sedikit,”ujarnya.

Selain permintaan yang menurun, ia juga mengeluhkan adanya penurunan harga jual hewan qurbannya. Rata-rata harga jual perekornya turun Rp 200 ribu-Rp 500 ribu tergantung pada kondisi hewan qurban yang dijual.

Berita Lainnya  Jadwal dan Lokasi Layanan Permohonan SIM Bulan Juni

Sekarang ia hanya menjual kambing di harga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Padahal tahun lalu, ia pernah menjual kambing Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per ekornya.

Terlebih, keuntungannya juga semakin berkurang karena harga beli dari para petani atau peternak justru naik. Belum lagi ongkos kirim sekarang justru mengalami kenaikan di mana ia harus merogoh kocek Rp 5 juta untuk mengirim 100 ekor kambing ke Cibitung dan Bekasi.

“Saya harus keluar biaya lagi untuk itu,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler