fbpx
Connect with us

Politik

Perangi Virus Corona, Kader Demokrat Semprot Disinfektan di Dua Kecamatan

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Bantuan sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19 mulai berdatangan. Misalnya saja penyemprotan rumah-rumah dan fasilitas umum mulai diberikan oleh sejumlah lembaga maupun dari individu. Minggu (29/03/2020) siang kemarin, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dan DPRD DIY dari partai politik Demokrat mulai menyalurkan bantuan tersebut.

Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto, mengungkapkan ia bersama sejumlah tim dan anggota DPRD DIY yakni Erlia Risty melakukan penyemprotan sejumlah rumah warga dan beberapa tempat umum di wilayah Nglipar dan Ngawen. Mulai dari gardu, balai padukuhan dan tempat ibadah pun tak luput dari sasaran penyemprotan.

Alhamdulillah siang kemarin kami melaksanakan bakti sosial dengan penyemprotan tempat umum. Dibantu dengan rekan-rekan yang tergerak hatinya untuk terlibat dalam penyemprotan,” kata Eko Rustanto, Senin (30/03/2020).

Adapun selain itu pihaknya juga membagi-bagikan handsanitizer ke masyarakat. Menurutnya banyak masyarakat yang beraktifitas di luar rumah dan sering kontak dengan orang banyak. Sehingga sebagai pengganti cuci tangan bisa menggunakan handsanitizer.

Berita Lainnya  Kisah Marsinah Yang Nyaris Meregang Nyawa Usai Dipatuk Ular Tanah

Himbauan-himbauan pun juga kami berikan. Pola hidup sehat, menjaga kebersihan, cuci tangan lah yang paling utama,” tambah dia.

Raut kebersamaan pun nampak dari wajah masyarakat dengan wakil rakyat tersebut. Beberapa keluh kesah masyarakat pun juga ditampung oleh anggota dewan. Ia berharap dengan aksi sosial ini masyarakat lebih terbuka dan anggota dewan bisa mengetahui secara pasti kondisi dan kebutuhan mereka.

Tujuan kami juga untuk menjalin kedekatan. Ya biasa tadi diselingi guyonan ringan lah, tapi tetap diterapkan sosial distancing,” imbuhnya.

Eko juga menghimbau pada masyarakat jika ada perantau yang mudik wajib melaporkan ke ketua RT dan RW sebagai data dan kemudian dilaporkan ke desa. Pantauan pada kondisi para perantau pun juga tetap dilakukan, jika ada krluhan wajib mengisolasi diri selama 14 hari.

Kami tetap arahkan untuk isolasi diri jika ada keluhan dan memeriksakan diri ke puskesmas atau dokter agar segera tertangani. Masyarakat juga diedukasi agar tidak panik tapi tetap waspada,” tutupnya.

Selain itu, kumpulan pemuda perduli Covid 19 juga memberikan perhatian bagi sejumlah tukang becak, tukang ojek dan beberapa orang.yang justru riskan terpapar virus ini karena kontak langsung dengan banyak orang. Misalnya saja pemudik-pemudik yang baru saja datang, tidak diketahui riwayat perjalanan ataupun kondisi kesehatannya.

Berita Lainnya  Sulit Dibuktikan, Polres Gunungkidul Hanya Bisa Tangani 1 Kasus Perzinahan Setahun Terakhir

Ada 34 paket yang kami berikan. Mereka itu rawan belum lagi pendapatannya juga berkurang karena pastinya sepi banyak yang pilih di rumah,” kata Novi Nur Cahyanto.

Paket sembako yang diberikan berupa beras, mie, telur, beberapa kebutuhan lain dan sabun. Beberapa orang yang dipandang membutuhkan pun juga diberikan bantuan.

Karena kami asa sedikit tabungan dan alhamdulillahnya ada orang lain yang tergerak makanya disalurkan bantuan ini,” tambah dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler