Pemerintahan
Jelang Musim Tanam, Dinas Awasi Distribusi Pupuk Subsidi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat atas distribusi pupuk bersubsidi ke para petani. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tindakan nakal dari sejumlah oknum yang dimungkinkan dapat melakukan permainan pupuk subsidi yang akan sangat merugikan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menuturkan, mendekati masa tanam pertama ini, pihaknya mendorong para petani agar segera menebus pupuk subsidi di masing-masing lokasi yamg telah ditunjuk. Untuk memastikan stok pupuk bersubsidi, dirinya bersama dengan sejumlah petugas lain melakukan pengecekan dan pengawasan di gudang penyimpanan pupuk.
“Kita sudah lakukan pengecekan di gudang penyimpanan pada tanggal 3 September 2021 kemarin. Pengecekan ini dilakukan secara berkala,” kata Bambang Wisnu Broto, Jumat (10/09/2021).

Ia menjelaskan alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea untuk Gunungkidul sebanyak 17.979 ton dengan RDKK sebanyak 18.610,63 ton. Realisasi saat ini baru 4.067,02 ton yang telah diambil. Sementara jenis SP-36 alokasinya 1.421 ton, RDKK 1.880,88 dan baru terealisasi 206,84 ton; pupuk jenis ZA alokasinya sebanyak 687 ton RDKK 704,27, dengan realiassi sekarang 73,46 ton.

Pupuk jenis NPK alokasinya 8251 ton dengan RDKK 19.514,46 dan tersalurkan 3.400,87 ton; pupuk organik padat alokasi sebesar 855 ton dengan RDKK 3.454,58 ton dan baru tersalurkan 43,18 ton; sedangkan pupuk organik cair alokasi dari pemerintah 2.138 dan belum ada penyaluran.
“Di gudang produsen saat yang berada di Jeruk dan Semanu masih tersedia pupuk ini,” imbuh dia.
Ditambahkannya, terkait pengawasan yang dilakukan, pihaknya bekerjasama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan. Hal itu dilakukan untuk memastikan pupuk bersubsidi tersebut tepat sasaran.
“Jangan sampai ada permainan, makanya kami lakukan pengawasan,” katanya.
Adapun pedagang yang diperbolehkan menjual pupuk bersubsidi ialah kios resmi atau pun toko yang telah ditunjuk untuk menyediakan pupuk bagi para petani.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Raharjo Yuwono menambahkan, musim hujan akan segera tiba. Berdasarkan prakiraan dari BMKG 1,5 bulan lagi Gunungkidul sudah akan memasuki MH 1. Menindaklanjuti prakiraan tersebut dinas telah mengeluarkan surat edaran.
Ia menghimbau agar surat edaran itu segera ditindak lanjuti oleh para petani. Mulai dari persiapan lahan agar segera memanen singkong yang masih ada di lahan. Kemudian dilakukan pengolahan lahan pertanian dengan traktor agar lebih mudah dan efektif.
“Ya kita himbau agar segera mengolah lahan sebagai persiapan musim tanam pertama,” kata Raharjo Yuwono.
Petani juga diminta untuk mempersiapkan benih yang dapat diambil dari bantuan pemerintah maupun yang dibeli sendiri. Kemudian diharapkan pula petani segera menebus pupuk subsidi dari pemerintah, sehingga nantinya tidak terlambat dalam pengambilannya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
