fbpx
Connect with us

Sosial

Kalah Saing Dengan Barang Imitasi Tiongkok, Perajin Perak Gunungkidul Kembang Kempis

Diterbitkan

pada tanggal

Paliyan, (pidjar.com)–Kerajinan perak di Gunungkidul tengah lesu. Pasar ekspor yang dulunya menjadi andalan, kini tak ada lagi pesanan. Hal ini semakin diperparah dengan merosotnya penjualan di pasar lokal lantaran kalah bersaing dengan barang imitasi. Tak heran apabila para perajin perak di Padukuhan Kedungdowo Wetan, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan banyak yang gulung tikar maupun beralih ke kerajinan lain untuk sekedar bertahan.

Salah satu perajin perak di Padukuhan Kedungdowo Wetan, Mardiyono menjelaskan, saat ini ia merupakan salah satu dari segelintir perajin perak yang masih bertahan. Dengan peralatan yang seadanya, ia tetap menghasilkan sejumlah barang maupun aksesoris yang terbuat dari perak.

“Beberapa tahun sebelumnnya pesanan perak tidak hanya datang dari Indonesia, tapi juga datang dari negara Italia,” kata dia kepada pidjar.com, Sabtu (21/09/2019).

Namun lantaran pesanan dari luar negeri itu berangsur-angsus berhenti, kini ia harus berjuang ekstra keras hanya untuk bertahan. Ia wajib melakukan berbagai inovasi supaya usaha kerajinan perak yang sudah berdiri selama 19 tahun ini bisa terus eksis.

Berita Lainnya  Semarak Rasulan Berakhir, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Turun

“Karena peminatnya anjlok, hampir semua perajin perak di Padukuhan Kedungdowo Wetan mencoba kerajinan tembaga. Kalau tidak mencoba bisnis lain, kami tidak bisa bertahan,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pengembangan Usaha Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Hery Sulistyo, memaparkan, berkaitan dengan industri kerajinan perak, pihaknya telah berusaha membantu para perajin. Dalam sejumlah event, pihaknya menyediakan stand khusus untuk perajin perak Gunungkidul.

“Kami biasa bantu promosi kalau ada acara seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ). Tidak hanya perak saja tetapi berbagai produk asli Gunungkidul,” beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, salah satu penyebab lesunya kerajinan perak adalah penjualan perak dari negara Tiongkok yang lebih murah yang dijual secara daring. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul yakni memberikan pelatihan bagaimana memasarkan dan menjual perak lewat media sosial.

Berita Lainnya  Catatan Revalidasi Geopark Gunungsewu, Pengelola Goa Pindul Dinilai Tak Perhatikan Konservasi

“Sudah kami beri pelatihan, tapi ya itu tadi harganya kalah dari yang imitasi,” tandasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler