Sosial
Kampanye di Rumah Aja dan Potensi Kegagalan Program KB
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Anjuran pemerintah untuk di rumah saja sepanjang adanya pandemi corona dikhawatirkan berakibat adanya peningkatan angka kelahiran dan berimbas pada kegagalan program keluarga berencana. Pasalnya intensitas, pertemuan antara pasangan suami istri di rumahnya pun juga semakin sering. Mnegantisipasi hal ini, dari Dinas Pemeberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) meski ditengah pandemi tetap aktif memberikan edukasi pentingnya program KB.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKBPMD, Dwi Iswantini menuturkan, di tengah pandemi corona ini pihaknya tetap aktif memberikan edukasi pada masysrakat Gunungkidul mengenai pentingnya program keluarga berencana atau KB. Meski tidak dilakukan secara tatap muka, sosialisasi dilakukan secara online dengan sejumlah kader. Selanjutnya kader-kader inilah yang diharapkan memberikan edukasi pada masyarakat luas melalui seluler ataupun saat bertemu secara langsung.
Pandemi global yang mendorong masyarakat sementara waktu beraktifitas di rumah ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi bidang KB. Tidak menutup kemungkinan, nantinya kampanye di rumah aja ini akan memicu angka kehamilan pun dapat meningkat meningkat dengan semakin intensnya pasangan suami istri berkumpul.
Kegagalan program KB ini juga bisa terjadi lantaran masyarakat enggan pergi keluar khususnya ke fasilitas kesehatan untuk melakukan KB misalnya suntik atau jenis lainnya.
“Ada kekhawatiran tentunya. Makanya edukasi terus diberikan,” ucap Dwi, Sabtu (02/05/2020).
Lebih lanjut ia mengatakan, pelayanan di faskes pun juga menjadi sorotannya. Misalnya sarana pra sarana yang dimiliki memenuhi syarat untuk pencegahan penyebaran covid 19 atau tidak.
Selain edukasi kepada masyarakat, Bidang Keluarga Berencana juga melakukan pendekatan dan advokasi kepada para bidan untuk tetap melayani KB dan melengkapi sarana prasarana sesuai dengan SOP kesehatan yang berlaku di tengah pandemi global ini.
“Untuk yang harus bertemu secara langsung itu kan jenis KB suntik. Jadi ya bagaimana baiknya,” tambahnya.
Menurutnya, sejauh ini belum ada keluhan mengenai program KB. Namun demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk dapat mengetahui seberapa besar kenaikan ibu hamil di tengah pandemi corona dan kegagalan program KB.
“Bisa dialihkan dengan KB jenis lain seperti pil atau lainnya. Untuk sejauh ini masih dalam pendataan,” tutup Dwi.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
