Sosial
Kurang Koordinasi Menjadi Keluh Kesah Relawan saat Tangani Bencana
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Memiliki daerah dengan berbagai ancaman bencana, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak perlu khawatir akan kekurangan tenaga relawan penanggulangan bencana. Akan tetapi pada kenyataannya terlalu banyak komunitas dan lembaga relawan yang tidak dikoordinasi dengan baik. Sehingga seringkali penanganan tidak berjalan dengan maksimal.
Seperti yang diungkapkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Agus Riyanto saat ditemui dalam acara Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Pos Aju TRC BPBD DIY pada Kamis 26/11/2020, siang. Ia mengatakan bahwa perwakilan dari setiap komunitas maupun lembaga relawan yang datang mengutarakan keluhan atas kurangnya koordinasi yang dialami selama kegiatan penanggulangan bencana.
“Tadi waktu sesi tanya jawab banyak yang mengeluhkan atas kurangnya koordinasi antar relawan, jadi saat ada dua bencana yang terjadi secara berbarengan semua terpusat hanya di satu” terang Agus Riyanto.
Dalam penanganan bencana alam perlu adanya mitigasi yang meliputi kegiatan persiapan seluruh sumber daya relawan. Mulai dari komunitas dan lembaga hingga harus menjalin komunikasi yang efektif.
“Kita belajar dari badai cempaka tahun lalu. Hampir seluruh wilayah Gunungkidul terdampak. Informasi awal yang diterima hanya di satu tempat jadi seluruh relawan terjun ke sana. Padahal ada tempat lain yang keadaannya sama parah. Masyarakat jadi terlambat mendapat penanganan” lanjutnya.

Untuk itu dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan Pos Aju yang akan menjadi wadah bagi seluruh komunitas relawan maupun lembaga dan instansi untuk mengoptimalkan tindakan. Tidak dipungkiri bahwa anggota yang dimiliki BPBD Kabupaten Gunungkidul tidak akan mencukupi apabila terjadi bencana besar atau kompleks secara bersamaan. Untuk itu gabungan dari seluruh tenaga relawan yang ada akan menjadi sumber daya yang luar biasa.
“Pos Aju ini sudah ada di empat kabupaten yang ada di DIY. Di Gunungkidul sudah cukup bagus. Butuh peralatan apa saja ada, hanya koordinasi saja yang kurang” jelas Agus Riyanto.
Juga diutarakan oleh anggota TRC BPBD DIY yang ditugaskan di Kabupaten Gunungkidul, Agus menjelaskan bahwa kedepan akan mengkaji ulang tentang adanya berbagai komunitas relawan agar menjadi kesatuan yang menjadi satu komando.
“Setelah ini kita akan membahas tentang bagaimana sistem manajemen posko penanggulangan bencana alam dengan menegaskan apa tugas dari masing-masing relawan sesuai potensi mereka. Membuat forum komunikasi antar relawan untuk saling koordinasi. Meningkatkan mitigasi sudah pasti” ungkap Agus.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
