fbpx
Connect with us

Sosial

Kapal Diamankan Gegara Dokumen Digadaikan Nahkoda, Belasan Siswa Praktik SMK N Tanjungsari Sempat Tertahan

Diterbitkan

pada tanggal

Tanjungsari,(pidjar.com)–Belasan siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari yang mengikuti Praktik Kerja Industri sempat tertahan di Purbolinggo, Jawa Timur selama 4 hari pada awal Agustus 2019. Hal tersebut lantaran kapal yang mereka gunakan untuk belajar berlayar terjaring razia satpolair. Kapal tersebut dinilai tidak memiliki kesesuaian dokumen sehingga kemudian diamankan.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Sekolah SMK N 1 Tanjungsari, Muhammad Ikhsanudin membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun demikian, menurutnya hal itu bukan karena kesalahan para siswa melainkan kesalahan nahkoda kapal.

“Jadi bukan ditahan seperti penjahat. Tetapi mereka ikut dibawa menepi karena kapal yang mereka tumpangi itu tidak dilengkapi surat resmi,” ujar Ikhsanudin, Senin (19/08/2019).

Ia menjelaskan, mendengar peristiwa itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak mitra kerja yang memberangkatkan siswa. Setelah dilakukan koordinasi, pihak sekolah kemudian berupaya melakukan penjemputan siswa bersama orang tua siswa.

“Kita mendapat informasi bahwa siswa kami sudah ada di Juwangi, di mana sebelumnya mereka berangkat berlayar,” terang dia.

Pihak sekolah pun berusaha meminta penjelasan terkait tragedi tersebut. Hasilnya, sekolah mendapat keterangan bahwa dokumen kelengkapan kapal tersebut telah digadaikan oleh nahkoda kapal.

Berita Lainnya  Akibat Insiden Jatuhnya Crew Paralayang, Dinas Minta FASI Perketat Standar Operasional Prosedur

“Jadi sebelum berangkat itu dokumennya lengkap, semua beres. Tetapi dalam perjalanan berlayar, nahkoda mampir di sebuah pulau dan mengadaikan surat-surat tersebut. Kemudian ketika ada patroli kapal dan diamankan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, siswa sendiri dianggap telah menyelesaikan praktik kerja industri. Mereka para siswa juga dinyatakan telah mengikuti kegiatan dan mendapat pengalaman berlayar.

“Kita sudah tawarkan apakah mau dilanjut lagi atau tidak, orang tua menginginkan untuk tidak berlayar lagi. Karena sudah selesai, mereka akan kami tarik dan mengikuti bimbingan di sekolah lagi,” imbuh dia.

Kepala Sekolah SMK N 1 Tanjungsari, M Ikshanuddin

Ikhsanudin pun cukup kaget dengan apa yang dialami siswanya tersebut. Sebab, dengan mitra yang memberangkatkan para siswa ini, pihak sekolah telah 8 tahun menjalin kerjasama. Selama ini, tidak pernah ada kendala yang dialami.

“Sempat kaget, ini sebelum-sebelumnya baik-baik saja, kok ada insiden seperti ini,” paparnya.

“Kedepan tentu akan ada evaluasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Panitia Praktik Kerja Industri SMK N 1 Tanjungsari, Basuki menerangkan bahwa ada 74 siswa yang mengikuti praktik kerja industri. Mereka diberangkatkan pada pertengahan Juni 2019 lalu dan rencananya akan mengikuti praktik selama 3 sampai 4 bulan.

Berita Lainnya  Bunuh Diri Marak, Wakil Bupati Gunungkidul : Kematian Itu Rahasia Allah

“74 siswa itu berangkat dengan 14 kapal, nah yang 15 siswa itu kebetulan berada dalam 1 kapal yang ditangkap di perairan laut Madura,” kata dia.

Kemudian untuk 13 kapal lainnya baru 1 kapal yang telah selesai melakukan pelayaran. Sedangkan 12 lainya saat ini masih melanjutkan praktik di sejumlah perairan di Indonesia.

“Ada 2 kapal yang sudah selesai, 12 lainnya ada yang masih di Laut Jawa, Laut Madura dan Kalimantan,” imbuh Basuki.

Kejadian ini tentunya pun menjadi evaluasi pihaknya, disinggung mengenai langkah hukum, pihak mitra itu pun telah melakukan upaya hukum dengan pelaporan nahkoda. Pihaknya juga merasa dirugikan lantaran pengalaman para siswa tidak maksimal dengan adanya insiden ini.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler