Pemerintahan
Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bantuan 600 Ribu
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah pusat tengah menyiapkan program subsidi bagi karyawan swasta yang memiliki upah di bawah 5 juta rupiah. Rencananya, para pekerja ini akan mendapatkan bantuan langsung tunai sebesar 600 ribu rupiah per bulannya. Kebijakan tersebut diambil untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi khususnya dari sektor belanja rumah tangga. Sebab selama pandemic ini daya beli masyarakat sangatlah rendah.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul, Sunarjo mengatakan, sekarang pertumbuhan ekonomi sedang dalam posisi minus. Kondisi ini dipicu melemahnya daya beli dan konsumsi masyarakat akibat adanya pandemi covid-19. Kemudian dari pemerintah mulai berupaya melakukan perbaikkan dan upaya mengeliatkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Kita sudah dengar mengenai program pemberian BLT bagi pekerja dengan upah di basah 5 juta itu,” kata Sunarjo, Senin (10/08/2020).
Kendati demikian, pihaknya masih belum bisa berbuat banyak. Pasalnya sampai dengan sekarang belum ada petunjuk teknis mengenai pemberian BLT itu. Termasuk juga sumber dana yang digunakan untuk pemberian BLT bersumber dari anggaran milik pemerintah di tingkat mana.
“Belum tau nanti bagaimana. Informasi lanjutan masih kami tunggu,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya merespon baik program pemerintah ini. Jika nantinya benar teralisasi menurutnya perputaran uang yang terjadi seharusnya bisa berdampak baik bagi ekonomi masyarakat. Paling tidak, bantuan tersebut nantinya digunakan untuk belanja di lingkungan sendiri.
Progrma subsidi karyawan swasta ini bedasarkan wacana pemerintah pusat itu akan diberikan selama 4 bulan lamanya. Kemudian untuk seleksi penerimanya, dari pemerintah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, bagi pekerja yang memiliki BPJS jenis ini dan masih aktif menjadi salah satu penerima BLT dari pemerintah tersebut.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Wonosari, Dhian Novita mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kroscek data peserta BPJS Ketenagakerjaan di lingkup Gunungkidul. Nantinya data tersebut akan diusulkan ke pemerintah sebagai data penerima bantuan.
“Ini kita diminta menyediakan data rekening pekerja (terdaftar BPJS Ketenagakerjaan). Untuk sekarang masih proses pendataan,” papar Dhian.
Pihaknya saat sedang melakukan up date data. Pasalnya ada perusahaan yang sudah berhenti beroperasi namun tidak melaporkan ke BPJS dan beberapa pembayaran yang macet.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
